Tetap Waspada Meski Urutan Daerah Rawan Bencana Menurun

oleh -
ILUSTRASI : Warga berjalan melewati air yang menggenangi rumah di Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung akhir Januari 2020 lalu. (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

RADARBANDUNG.id, PANGALENGAN – Kabupaten Bandung berada di urutan 14 sebagai daerah rawan bencana. Pemerintah mengklaim angka itu jauh lebih baik karena didapatkan melalui program mitigasi yang terstruktur.

Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Naser menyebut bahwa urutan tersebut merupakan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). Sebelumnya, wilayah yang dipimpinnya menempati urutan keempat dalam urusan kerawanan bencana.

Penurunan tingkat daerah rawan bencana tersebut karena pelaksanaan program mitigasi bencana dan juga pemberian pelatihan kepada para relawan maupun warga terkait penanggulangan bencana.

“Rumah-rumah yang berdiri di daerah rawan bencana, seperti di Pangelengan, juga sudah mulai dibangun dengan sistem anti gempa. Kita juga terus mensosialisasikan pola tanam yang benar, dimana kebijakannya yaitu diketinggian 30 derajat itu harus ditanami kopi,” jelas Dadang.

Selain melakukan langkah pencegahan terjadinya bencana, Pemerintah Kabupaten Bandung juga melaksanakan upaya pasca bencana. Seperti diantaranya memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya rusak karena bencana, dengan membangunnya kembali. Atau juga dengan membangun wc umum yang bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

“Hal tersebut merupakan program pemerintah daerah Kabupaten Bandung untuk membantu warga yang rumahnya belum layak atau menjadi korban bencana, termasuk ngeback up MCKnya supaya sanitasi dapat berjalan dengan baik,” tutur Dadang.

Hujan dengan intensitas tinggi akan berlangsung hingga Maret. Dengan demikian, Dadang meminta warga Kabupaten Bandung untuk terus waspada dan mengantisipasi terjadinya bencana. Menyusul wilayah Kabupaten Bandung yang merupakan daerah cekungan.

“Untuk masyarakat harus selalu siap siaga menghadapi musim penghujan,” pungkasnya.

(fik/b)