Fintech Lending Menjadi Sorotan Utama OJK

oleh -
Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso
Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso saat di pertemuan tahunan Industri Jasa Keuangan (IJK) Jawa Barat 2019, di Gedung Sate, Senin (21/1/2019). (Nida Khairiyyah/Radar Bandung)

RADARBANDUNG.ID, BANDUNG – Fintech merupakan inovasi di dalam bidang jasa keuangan, salah satunya fintech lending kini menjadi sorotan utama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pasalnya, pengajuan proyek pembiayaan dengan nominal tertentu bisa diakses melalui internet. Nantinya sang pemilik proyek bisa menyasar siapa saja untuk mencari investor.

Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso menyebut, yang dikhawatirkan sang pemberi dana proyek definitif atau tidak nyata perusahaannya.

“Resikonya sangat besar, meskipun memberikan janji imbal hasil sangat besar. Tapi nyatanya ada yang gak kembali atau bunga hasilnya tidak ada,” ujarnya usai pertemuan tahunan Industri Jasa Keuangan (IJK) Jawa Barat 2019, di Gedung Sate, Senin (21/1/2019).

Tercatat, ada 88 perusahaan dengan 87 fintech terdaftar dan satu fintech berizin.

Wimboh berharap, kepada asosiasi fintech agar ditertibkan dengan OJK mengeluarkan sejumlah regulasi diantara harus ada transparansi.

“Harus continues bisnis, nanti ada aturan lengkapnya. Apakah dana si peminjaman tidak terlalu lama, fintech juga harus konsen kepada perlindungan konsumen. Jadi, kita minta kepada seluruh fintech provider mendatar,” ujarnya.

Jika sudah terdaftar dan tervalidasi maka OJK akan menjamin kemananan, karena tidak semua yang mendaftar diberikan izin.

“Jadi masyarakat harus pintar memilih fintech, jangan sampai terjebak ke fintech tak berizin. Kalau sudah terlanjur silahkan laporan saja ke OJK,” tegasnya.

Kini, OJK sudah bekerjasama dengan Kominfo untuk memblok aplikasi fintech tak berizin.

“Jumlahnya susah ratusan yang kami blok,” tutupnya.

(nda)