Beramal Tanpa Putus Melalui AXA Mandiri Syariah

oleh -
Foto: Taufik Hidayat/Radar Bandung

RADARBANDUNG.ID, BANDUNG – Literasi dan prefensi produk syariah di Indonesia khususnya Jawa Barat masih menjadi salah satu isu strategis dalam roadmap IKNB Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hasil survei nasional literasi keuangan (SNLK) di 2016 indeks literasi keuangan syariah di Jawa Barat hanya 4,7 persen, angka terendah di pulau Jawa. Sementara untuk tingkat inklusi keuangan syariah, Jawa Barat sudah mencatatkan angka 22,3 persen atau tertinggi di pulau Jawa.

Hal tersebutlah membuat produk asuransi jiwa syariah AXA Mandiri siap memberikan solusi perlindungan dan membantu nasabah untuk berbuat kebaikan dan bermanfaat bagi sesama melalui fitur wakaf.

“Kami percaya fitur wakaf ini mampu memberikan solusi perlindungan lebih kepada nasabah, tak hanya soal proyeksi keuangan saja melainkan mampu bisa mempermudah dalam beramal,” ujar Chief of Sharia AXA Mandiri, Srikandi Utami kepada wartawan di Trans Convention Center, Jumat (17/5/2019).

Selain itu, solusi perlindungan dengan alokasi dana wakaf memiliki tiga kelebihan diantaranya manfaat asuransi menyeluruh, memaksimalkan perencanaan keuangan untuk ahli waris, dan secara sistematis membantu sesama sesuai prinsip syariah.

Sesuai fatwa depan syariah nasional MUI No 105, tentang wakaf manfaat asuransi dan manfaat investasi pada asuransi jiwa syariah. “Dana wakafnya sendiri kami kelola dengan secara amanah dan profesional dengan diawasi oleh badan wakaf Indonesia,” tambahnya.

Jadi, lanjut Utami, nasabah berkesempatan untuk mendapat perlindungan asuransi sekaligus berwakaf maksimal 45 persen, jumlah tersebut dari santunan asuransi serta 30 persen dari jumlah manfaat investasi nasabah yang dapat diwakafkan.

Lebih lanjut, AXA Mandiri Syariah pun memiliki rangkaian produk untuk nasabah seperti Asuransi Mandiri Elite Plan Syariah dan Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera Syariah.

Dua produk tersebut tak hanya dipasarkan kepada nasabah Bank Syariah Mandiri saja melainkan bis untuk masyarakat umum, dengan dukungan 765 kantor cabang Se-Indonesia.

“Kami percaya dengan mengedukasi masyarakat mengenai prinsip dan pentingnya asuransi khususnya yang syariah, mampu meningkatkan penetrasi asuransi syariah di Indonesia,” tutupnya.

Reporter: Nida Khairiyyah