Anak Milenial Peduli Jamu Herbal

oleh -

RADARBANDUNG.ID, BANDUNG – Hidup sehat nampaknya menjadi gaya kaum anak muda saat ini, khususnya di Kota Bandung.

Perusahaan jamu nomor satu di Indonesia, SidoMuncul, dengan menggandeng Mika Tambayong sebagai brand ambasador Tolak Linu siap merangkul kaum milenial di Indonesia khususnya di Kota Bandung untuk beralih ke herbal.

“Anak muda zaman sekarang itu aktivitasnya lebih dari satu, mereka mengerjakan tugas sekolahnya atau kuliah sambil jalan-jalan juga, dilanjut dengan olahraga dan pastinya membuat tubuh mereka merasa kaku, disinilah kita hadir untuk memberikan solusi,” ujar Product Manager Sidomuncul, Endwien Hersetya kepada wartawan di CFD Bandung, Minggu (7/7/2019).

Sebagai perusahaan jamu dengan ratusan brand terkenal, Tolak Linu siap hadir untuk melengkapi anak perusahaan SidoMuncul. Sebagai jamu herbal yang baik untuk kesehatan, Tolak Linu dapat dikonsumsi empat saset per harinya mulai dari usia 15 tahun hingga dewasa.

“Jadi setelah aktivitas yang padat bisa minum dua saset sekaligus, dan sebelum tidur dua saset lagi. Selain untuk berfungsi memperlancar peredaran darah bisa juga untuk menyegarkan tubuh yang letih di pagi hari,” tuturnya.

Endwien menyebut, masih banyak masyarakat yang tidak bisa membedakan mana sakit meriang dan hanya sekedar kelelahan sehingga badan terasa kaku. “Pegal-pegal itu bukan penyakit dan gak seharusnya meminum obat yang memiliki kandungan kimia, lebih baik Tolak Linu saja,” tambahnya.

Ia mengaku, banyak perusahaan farmasi yang kini sudah mulai peduli dengan perkembangan herbal. Namun, sebagai perusahaan dengan toksin dan high technology menyakini Tolak Linu masih berada diurutan terasa sebagai jamu herbal terbaik.

“Sebenarnya gak cuman anak muda saja yang mengincar Tolak Linu, tapi orangtua juga banyak. Mereka lebih sering merasa letih karena kondisi fisiknya tidak sesehat saat muda,” imbuhnya.

Sementara itu, Mika Tambayong menyebut, Tolak Angin menjadi produk yang sering ia minum sebelum dipilih menjadi brand ambasador Tolak Linu.

“Kalau jamu tradisional memang gak pernah minum, tapi sering konsumsi jamu-jamu yang dikemas secara modern,” ujarnya Mika.

Dia mengaku untuk hidup sehat tak hanya mengandalkan jamu herbal saja, tapi harus faham pola nutrisi yang dikonsumsi, pola tidur, air minum yang banyak dan olahraga.

“Kalau hanya jamu tapi unsur lainnya tidak dipenuhi maka sama aja bohong,” pungkasnya.

Reporter: Nida Khairiyyah