Ekosistem Gojek Dukung Pendapatan Berkelanjutan Mitra dan Pelaku UMKM

oleh -

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Menjadi penyumbang terbesar kontribusi nasional, Go Food sebagai layanan pesan antar makanan di Indonesia terus meningkatkan pelayanan kepada merchant. Berbagai program diluncurkan guna memaksimalkan potensi dari setiap driver dan merchant yang tergabung.

Sudah dimanfaatkan lebih dari 18 ribu pedagang, kehadiran Go Food membantu masyarakat yang ingin membeli makan dan minum tanpa perlu keluar rumah. Selain itu, ini juga menguntungkan pedagang-pedagang yang mulai hijrah kepada aplikasi online tersebut. Berdasarkan hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LF FEB UI) pada 2018, kontribusi mitra Gojek ke perekonomian Kota Bandung mencapai Rp 2,1 triliun, di mana mitra UMKM Go Food berkontribusi sebesar Rp 1,5 triliun.

Regional Head Corporate Affairs Gojek, Wildan Kesuma mengatakan sejak diluncurkan, Go Food sudah memberi kontribusi ekonomi dengan selisih pendapatan mencapai Rp 55 triliun. “Ini selisih pendapat mitra dan partner merchant go food,” katanya dalam acara ‘Ngobrol Bareng Gojek: Ekosistem Gojek Dukung Pendapatan Berkelanjutan Mitra’ di Moxy Hotel, Kamis (10/10).

Peningkatan pendapatan merchant ini dikatakan Wildan juga karena beberapa program Gojek yang sudah mereka buat. Diantaranya adalah Bengkel Belajar Mitra (BBM) sebagai wadah pelatihan dan peningkatan kapasitas mitra driver dan Gojek Wirausaha.

Wildan menambahkan tujuan dibuatnya program-program ini adalah semata untuk meningkatkan pendapatan berkelanjutan. “Program inisiatif tambahan ini adalah tujuannya mengelola keuangan yang baik, sehingga driver dan merchant tidak hanya sekadar mengantarkan penumpang atau jualan makanan saja, ada sharing ilmu yang kami berikan sehingga mereka bisa lebih maksimal lagi,” terangnya.

Salah satu partner merchant Go Food yang sudah merasakan manfaat dari program tersebut adalah Ajip Purnomo. Pemilik bisnis kuliner ‘Cau Ajip’ ini mengatakan sudah 2 tahun dirinya bergabung sebagai partner merchant. Ajip yang pernah mengalami kebangkrutan bisnis kesehatan ini perlahan bangkit dengan pertama kali bergabung sebagai mitra driver Gojek.

“Untuk cari modal saya gabung sebagai driver Gojek. Setiap hari kejar target supaya dapat bonus, kemudian disisihkan Rp 50 ribu untuk modal usaha kuliner,” katanya. Ajip menilai, Bandung sebagai kota pariwisata, memiliki potensi yang sangat bagus untuk bidang kuliner. Maka dari itu dia memutuskan mengambil dua pekerjaan dalam satu waktu, sebagai driver ojek online dan partner merchant go food.

(fid)