Gojek Gaet KAI untuk Berikan Layanan Terintegrasi

oleh -
Chief Public Policy and Government Relations Gojek, Dyan Shinto Nugroho memberikan plakat Gojek kepada Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro dalam sesi penandatanganan MoU Gojek dan KAI

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Guna memperkuat ekosistem digital perkeretaapian Indonesia, Gojek melakukan kerja sama strategis dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Kolaborasi kedua perusahaan kebanggaan bangsa tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman. Melalui kerjasama strategis ini, Gojek akan mendukung integrasi ekosistem digital dan layanan perkeretaapian, serta meningkatkan nilai tambah dari layanan yang diberikan kepada para pelanggan.

Chief Public Policy and Government Relations Gojek, Dyan Shinto Nugroho menjelaskan mengenai nota kesepahaman yang ditandatangani bersama KAI. “Sebagai pemain teknologi terdepan di Indonesia kami sangat bangga dapat menghadirkan layanan digital terintegrasi bagi KAI dan pelanggan. Ruang lingkup kerjasama ini akan meliputi moda transportasi terintegrasi; angkutan barang berbasis kereta api; pembayaran digital; pemanfaatan aset komersial; dan penempatan konten untuk meningkatkan kunjungan pengguna ke masing-masing aplikasi Gojek maupun KAI.” Sebagai perusahaan teknologi terdepan di Indonesia, saat ini Gojek telah memiliki lebih dari 20 layanan dan hadir di 200 kota di seluruh Indonesia.

“Dengan adanya kolaborasi ini, Gojek dan KAI dapat membangun sinergi untuk terus meningkatkan customer journey experience untuk para pelanggan di berbagai layanan-layanan yang dimiliki oleh kedua perusahaan,” tambah Shinto.

Menanggapi penjelasan tersebut, Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro mengatakan, “Selama ini komunikasi antara Gojek dan KAI sudah berjalan dengan baik. Penandatanganan MoU ini adalah bentuk penegasan dan komitmen kedua belah pihak untuk saling membuka peluang dan penjajakan kerja sama yang lebih komprehensif.”

“Selanjutnya, MoU ini akan dijadikan dasar dari kerja sama supaya masing-masing produk maupun layanan dapat saling menukar data/informasi yang nantinya akan dirumuskan dalam rencana bisnis, pembuatan tim bersama dan perjanjian kerja sama”, ujar Edi.

Dalam lingkup sarana transportasi yang terintegrasi, kolaborasi antara Gojek dan KAI akan dilakukan dalam bentuk penerapan pesanan dan pembayaran dalam satu transaksi, dengan Gojek sebagai penyedia first mile dan last mile; sedangkan KAI sebagai penyedia middle mile.

Tidak hanya itu, guna memastikan kelancaran rangkaian logistik pada angkutan barang berbasis kereta api, GoSend yang pada saat ini beroperasi di lebih dari 200 kotamadya dan kabupaten di seluruh Indonesia akan bertindak sebagai penyedia first mile dan last mile bagi para pengguna. Ada pun KA Logistik akan bertindak sebagai penyedia middle mile.

Dengan rencana pengembangan layanan pengiriman barang yang terintegrasi ini, diharapkan Gojek dan KAI dapat juga memberi dampak positif pada para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan juga pengguna.

“Sebagai pelopor layanan pengiriman on-demand melalui layanan GoSend dan GoBox, yang memungkinkan pengguna untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan sehari-hari dari pindah rumah, memfasilitasi pengiriman antar bisnis, dan bahkan memungkinkan logistik acara, saat ini layanan tersebut telah memiliki 100 mitra bisnis, termasuk para pemain e-commerce utama. Selain itu, melalui integrasi dengan mitra kami, kami telah mencapai tonggak sejarah pencapaian lebih dari 1 juta penjual atau pengirim unik per Juni 2019,” papar Shinto.

Melihat potensi dampak ekonomi dan sosial dari para pelaku usaha ekonomi digital yang menggunakan ekosistem Gojek, kami sangat bahagia dan bangga bahwa kini Gojek mendapatkan kesempatan dari KAI untuk berkolaborasi melalui solusi teknologi dan inovasi yang kami tawarkan dalam ekosistem Gojek.

“Sebagai aplikasi yang telah digunakan oleh jutaan konsumen di Indonesia, kami menyambut baik rencana kolaborasi ekosistem Gojek dengan KAI. Kami berharap dapat memberikan pengalaman yang lebih baik untuk para konsumen KAI dan Gojek, baik itu melalui moda transportasi yang terintegrasi, layanan pengiriman barang, pembayaran, dan juga berbagai inovasi lainnya. Hal ini sejalan dengan visi KAI yaitu menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan pelanggan,” ucap Edi.

“Gojek dan GoPay selalu terbuka untuk berkolaborasi demi meningkatkan kepuasan para pengguna layanan. Kami memiliki berbagai solusi teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kami juga membuka ruang kolaborasi yang pro inovasi, seperti kolaborasi dengan KAI. Bersama KAI, kami sebagai perusahaan super-app karya anak bangsa, berharap dapat terus memaksimalkan potensi ekonomi digital,” tutup Shinto.

(adv)