PT Bintang Toedjoe Tanam Jahe Merah Bersama Lazismu dan Petani

oleh -
TANAM : Head of LOB 3 PT. Bintang Toedjoe, David Herlambang, bersama jajaranya serta anggota Lazismu dan petani usai menanam jahe merah di Desa Mekarlaksana Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Senin (25/11).

RADARBANDUNG.id, CIPARAY – PT Bintang Toedjoe bersama Lazismu dan petani melakukan penanaman jahe merah sebagai salah satu cara agar dapat lebih meningkatkan produktivitas, dan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat guna peningkatan kesejahteraan, utamanya masyarakat di Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung.

PT Bintang Toedjoe melalui Head of LOB 3 PT Bintang Toedjoe, David Herlambang, mengatakan, dalam kegiatan penanaman jahe merah, PT Bintang Toedjoe sudah bekerja sama dengan 7.000 petani yang tersebar di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, PT Bintang Toedjoe berperan sebagai penyedia bibit jahe merah.

“Kerjasama ini sudah dilakukan sejak tahun 2017, dimana PT Bintang Toedjoe yang salah satu produknya adalah Bejo Jahe Merah, menjalankan kerjasama tidak hanya dengan petani-petani seluruh Indonesia tetapi juga dengan ibu-ibu PKK di seluruh provinsi yang ada di Pulau Jawa. Dalam kegiatannya, ibu-ibu PKK tersebut mengadakan Lomba Herbal Bejo sedangkan untuk petaninya, kami mensuplai bahan baku tanaman jahe merah. Di Kecamatan Ciparay ini kita menanam ratusan bibit jahe merah pada satu hektar lahan dengan jumlah petani sebanyak 20 orang,” ucap David.

Selain penyediaan bibit jahe merah, PT Bintang Toedjoe juga melakukan pembinaan kepada para petani terkait bagaimana cara menanam jahe merah yang baik, sehingga nantinya akan didapatkan jahe merah yang berkualitas dan sesuai dengan standar.

“Karena pada dasarnya tanpa bibit yang baik maka hasilnya pun tidak akan sesuai dengan standar. Petani harus belajar terlebih dahulu karena kegiatan menanam jahe merah adalah sesuatu hal yang baru. Kalau dari kerjasama ini, para petani sudah mendapatkan pengalaman dan ilmu bagaimana menanam jahe merah, kita akan semakin percaya diri untuk pengembangan lebih dari satu hektar. Dengan demikian, akan lebih banyak manfaat yang didapatkan petani,” ungkap David.

David mengungkapkan bahwa PT Bintang Toedjoe juga akan membeli jahe merah yang dihasilkan oleh para petani, dengan syarat-syarat yang sudah disepakati dalam kerjasama ini.

“Setelah masa penanaman kurang lebih sepuluh bulan, hasil dari jahe merahnya akan dibeli oleh kami dengan syarat yang sudah disepakati, seperti panennya jangan terlalu muda dan kandungan gingernya memenuhi standar. Ini adalah hal yang dibebankan kepada petani untuk menjaga kualitas,” papar David.

Dengan adanya kegiatan penanaman jahe merah, David berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta dapat memperkenalkan herbal asli Indonesia yaitu jahe merah kepada negara lain. Dimana jahe merah ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti untuk masuk angin, memperlancar peredaran darah, sebagai anti nyeri, anti body dan anti oksidan karena kandungan dari jahe merah itu sendiri.

“Kita ingin kembangkan jahe merah sebagai ikon dan kekuatan herbal Indonesia yang dapat dikenal secara global,” jelas David.

Sementara dari Lazismu, Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, memaparkan, Muhammadiyah terdapat Lembaga Lazismu yang memiliki gerakan Tani Bangkit. Gerakan ini pada dasarnya bertujuan untuk pemberdayaan petani. Dengan demikian Lazismu bekerjasama dengan PT Bintang Toedjoe dalam rangka penanaman jahe merah di Kecamatan Ciparay.

“Petani dapat memperoleh keuntungan dari jahe merah dan PT. Bintang Toedjoe dapat memperoleh bahan baku yang sesuai dengan standar kualitasnya, sehingga kerjasama ini saling menguntungkan,” pungkas Dadang. (cr1)