RadarBandung.id https://www.radarbandung.id Berita Terkini Hari Ini Terbaru dan Terpercaya Wed, 29 Jan 2020 10:55:10 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.0.8 https://www.radarbandung.id/wp-content/uploads/2018/12/cropped-radar-bandung-01-1-46x46.png RadarBandung.id https://www.radarbandung.id 32 32 Investor Mulai Khawatir Dengan Menyebarnya Virus Corona https://www.radarbandung.id/ekbis/2020/01/29/investor-mulai-khawatir-dengan-menyebarnya-virus-corona/ https://www.radarbandung.id/ekbis/2020/01/29/investor-mulai-khawatir-dengan-menyebarnya-virus-corona/#respond Wed, 29 Jan 2020 10:55:10 +0000 https://www.radarbandung.id/?p=10581 RADARBANDUNG.id, JAKARTA – Virus Corona yang saat ini telah menyebar ke beberapa negara juga turut

The post Investor Mulai Khawatir Dengan Menyebarnya Virus Corona appeared first on RadarBandung.id.

]]>
RADARBANDUNG.id, JAKARTA – Virus Corona yang saat ini telah menyebar ke beberapa negara juga turut mempengaruhi bursa saham dunia. Bukan hanya bursa saham di Tiongkok, Wallstreet pun sempat berguguran pada awal pekan isu tersebut mencuat.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, dinamika tersebut menunjukkan kondisi psikologis pelaku pasar dalam merespons gejolak global. Terlihat bahwa investor cenderung khawatir bahwa virus Corona ini akan memberikan dampak terhadap perdagangan.

“Stock market kemarin lebih karena masalah kekhawatiran, confidence, psikologis pasar, ya memang dia bergerak terus tiap detik tiap saat,” ujarnya saat ditemui di gedung DPR RI Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Lebih lanjut Suahasil mengatakan, informasi yang berkembang akan sangat berpengaruh terhadap setiap keputusan yang diambil oleh pelaku pasar. Pasalnya, mereka melihat penyebaran virus Corona ini berpotensi membuat aktivitas perekonomian lesu.

“Kalau sekarang adalah bahwa ada faktor virus yang akan memengaruhi berapa besarnya pertumbuhan, nantinya gerak ekonomi dunia akan berkurang, pertumbuhan akan turun, itu membuat (pelaku pasar) antisipasi ekspektasi ke depan,” tuturnya.

Suahasil menjelaskan, pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia saling berkaitan. Dia menjelaskan, jika pertumbuhan ekonomi negara maju rendah, maka hal itu akan berdampak terhadap ekspor Indonesia. “Permintaan ke Indonesia menurun, akhirnya ekspor kita menurun,” jelasnya.

Apalagi dengan adanya penyebaran virus korona ini, diperkirakan perekonomian global akan terganggu. “Tiongkok pertumbuhan ekonomimya udah 6,1 persen. Pertumbuhannya 6,1 persen, terus ada Coronavirus, pertumbuhannya apakah lebih rendah? Nanti kita lihat,” pungkasnya.

(jpc)

The post Investor Mulai Khawatir Dengan Menyebarnya Virus Corona appeared first on RadarBandung.id.

]]>
https://www.radarbandung.id/ekbis/2020/01/29/investor-mulai-khawatir-dengan-menyebarnya-virus-corona/feed/ 0
Hj Lilis Boy: Petani Masih Terkendala Modal https://www.radarbandung.id/jabar-area/2020/01/29/hj-lilis-boy-petani-masih-terkendala-modal/ https://www.radarbandung.id/jabar-area/2020/01/29/hj-lilis-boy-petani-masih-terkendala-modal/#respond Wed, 29 Jan 2020 10:38:26 +0000 https://www.radarbandung.id/?p=10592 RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Permasalahan modal masih menjadi kendala yang sering dialami para petani di Kabupaten Cianjur.

The post Hj Lilis Boy: Petani Masih Terkendala Modal appeared first on RadarBandung.id.

]]>
RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Permasalahan modal masih menjadi kendala yang sering dialami para petani di Kabupaten Cianjur. Mulai pembiayaan penggarapan sawah, pembenihan sampai tahap panen dan pasca-panen. Anggota DPRD Jabar Daerah Pemilihan (Dapil) Cianjur dari Partai Demokrat, Hj Lilis Boy mengatakan, tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan petani dalam fase membajak sawah sampai pasca-panen.

Karena itu, lanjut dia, penting tersedianya bantuan dari pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian melalui UPTD maupun BPP Pertanian untuk melakukan terobosan. Diantaranya membantu petani dalam membentuk Unit Penyedia Jasa Alsintan (UPJA) agar petani tidak kebingungan untuk biaya penyewaan alat dan mesin pertanian untuk menggarap sawah, serta memberikan bantuan bibit dan pupuk untuk kelompok tani yang ada guna mendukung terbentuknya Poktan yang mandiri.

Anggota Komisi II ini juga mengakui hasil pertanian di Cianjur masih tertinggal dari daerah lain. Ia mencontohkan petani padi di Kec Cianjur pada setiap musim panen biasanya mendapatkan rata-rata 7 hingga 8 ton padi per hektare. Berbeda dengan petani padi di kabupaten Lain dimana hasil panen dapat mencapai rata-rata 10 hingga  11 ton per hektare.

Masalah lainnya petani yang menggarap sawah biasanya turun-temurun, tapi mereka  hanya penggarap yang harus setor kepada pemilik tanah. “Tapi ketika harga padi anjlok mereka harus ambil risiko dengan ngutang pupuk atau bibit. Memang saat ini ada bibit dan bantuan pupuk subsidi dari pemerintah tapi tidak semua petani kebagian,” ungkap Lilis.

Belum lagi masalah hama. Sementara pemilik lahan tidak mau tahu. Selain itu banyak juga petani yang menerima  bantuan lunak pemerintah untuk menolong mereka dari para pengijon. “Saya terus berkomunikasi dan menggenjot para petani yang tergabung dalam beberapa kelompok tani untuk bagaimana bisa mendapatkan hasil panen yang lebih memuaskan dari sebelum sebelumnya. Dalam hal ini saya juga mendorong terbentuknya UPJA-UPJA baru untuk kemudian diharapkan bisa mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian guna menopang proses pertanian,” kata wakil rakyat yang dekat dengan wartawan ini.

Saat bertemu dengan petani, ia memberi masukan terhadap petani  bahwa pemerintah hadir untuk membantu. Ia juga mendorong terbentuknya kelompok tani yang mandiri

Berbicara kondisi irigasi, lanjut dia, terdapat beberapa kondisi yang berbeda. Ada yang masih berfungsi, kurang berfungsi bahkan ada yang sudah rusak. Salah satunya irigasi yang dimanfaatkan petani di Desa Cikondang, Kec Cibeber, saat ini sedang diperbaiki dengan anggaran sebesar Rp 800 juta. “Ssemoga anggaran tersebut dapat terealisasi dengan baik dan kedepan dapat bermanfaat untuk para petani di sana,” harap Lilis.

Apakah irigasi yang ada saat ini sudah bisa mengantisipasi musim kering tahun berikutnya? Menurut Lilis, ada petani yang tidak mengalami kekeringan pada saat musim kemarau. “Bisa dikatakan irigasi berfungsi dengan baik, tapi ada juga beberapa daerah di Cianjur selatan, tepatnya di Kecamatan Leles yang mengalami kekeringan. Bahkan menurut aduan para petani di sana mereka tidak beraktivitas menanam padi selama musim kemarau, karena terdampak kekeringan, maka dapat saya simpulkan perlu adanya pembangunan irigasi-irigasi baru di beberapa wilayah,” tandasnya.

Karena itu, kata Lilis, perlu ada solusi jangka pendek dan panjang untuk pertanian di Cianjur. Solusi jangka pendek dengan membentuk Poktan yang mandiri serta UPJA di beberapa desa untuk menopang pertanian, hal ini berguna menekan angka pengeluaran dari petani untuk menggarap sawah dan menghindarkan para petani dari lilitan hutan.

Sementara jangka panjang ada beberapa hal yang harus disiapkan untuk meningkatkan kualitas pertanian. Salah satunya adalah membangun irigasi baru di beberapa wilayah petani yang sering terdampak kekeringan dan juga menerapkan konsep teknologi dalam pertanian, seperti melakukan berbagai macam edukasi terhadap petani untuk meningkatkan kualitas pertanian. “Semoga adanya hasil pansus bisa mengatasi semua masalah kursusnya pemasaran setelah panen,” harap Lilis.

(mun)

 

The post Hj Lilis Boy: Petani Masih Terkendala Modal appeared first on RadarBandung.id.

]]>
https://www.radarbandung.id/jabar-area/2020/01/29/hj-lilis-boy-petani-masih-terkendala-modal/feed/ 0
Lomba Cepat https://www.radarbandung.id/news/nasional-news/2020/01/29/lomba-cepat/ https://www.radarbandung.id/news/nasional-news/2020/01/29/lomba-cepat/#respond Wed, 29 Jan 2020 10:19:07 +0000 https://www.radarbandung.id/?p=10585 RADARBANDUNG.id, BERITA buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir

The post Lomba Cepat appeared first on RadarBandung.id.

]]>
RADARBANDUNG.id, BERITA buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan –ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang sembuh pun terus bertambah. Sudah mencapai 70 orang.

Hari-hari ke depan kita seperti menanti hasil lomba lari: mana yang lebih cepat. Pertambahan yang meninggal atau kemenangan yang sembuh.

Koran harian 人民日报 juga mengungkap data berikut ini. Dari seluruh korban yang ada hanya 0,6 persen yang di bawah umur 15 tahun.

Menurut Harian Rakyat itu yang terjangkit itu umumnya orang yang memang punya riwayat sakit yang terkait pernapasan.

Kian hari juga kian jelas: bagaimana proses penularannya. Penelitian terhadap pasien terus dilakukan.

Proses penularan utamanya terjadi lewat dua cara: pertama, terkena cairan yang berasal dari organ pernapasan. Cairan itu memercik dan menempel ke orang lain. Kedua, bersentuhan dengan anggota badan/pakaian penderita.

Contoh yang pertama adalah: dari bersin atau batuk. Ketika bersin atau batuk itu ada percikan cairan yang mengenai orang lain. Asal percikan dari batuk atau bersin itu pasti dari rongga pernapasan.

Contoh yang kedua adalah kalau kita salaman atau cipika-cipiki dengan penderita. Atau bersenggolan. Atau kontak badan seperti apa pun.

Artinya, virus itu tidak berterbangan ke sana ke mari lalu hinggap ke orang lain.

Karena itu kasus terbanyak yang tertular adalah anggota keluarga penderita sendiri.

Sedang yang bukan keluarga termasuk jarang. Misalnya sopir bus di Jepang. Yang baru saja mengantar rombongan turis dari Tiongkok. Ia terkena virus Wuhan lantaran terjadi kontak anggota badan.

Hanya saja, sejauh ini belum ada penderita di luar Tiongkok yang sampai meninggal dunia.

Menurut harian itu untuk penderita tingkat awal diperlukan perawatan selama seminggu. Tapi untuk yang sudah agak serius perlu perawatan dua minggu atau lebih.

Saya belum mendapat konfirmasi yang sembuh-sembuh itu diberi obat apa. Saya memang mendapat info dari Tiongkok tapi belum bisa dipegang kebenarannya. Yakni digunakannya hormon dan antibiotik. Hormon-lah yang mempercepat tumbuhnya sel-sel tubuh yang baru dan sehat. Sedang antibiotik –anda sudah tahu kegunaannya.

Juga belum jelas hormon jenis apa yang disebut-sebut itu.

Ibaratnya virus itu dihadapi dari dua arah: tubuh diperkuat dan virus diperlemah. Tapi jangan dulu informasi ini dipegang. Saya masih terus menunggu konfirmasi dari sana.

Berita optimis lainnya: WHO tidak menganjurkan diadakannya evakuasi orang-orang asing yang ada di Hubei. Badan kesehatan dunia itu optimistis dengan keseriusan pemerintah Tiongkok dalam menangani virus ini.

Memang banyak negara yang mulai mengevakuasi warga mereka. Jepang dan Korea sudah mengirim pesawat khusus ke Wuhan.

Sedang Singapura memilih mengeluarkan aturan baru: siapa pun yang mendarat di Singapura diperiksa. Apakah mereka dari Hubei atau pernah ke Hubei atau pernah lewat Hubei dalam 14 hari terakhir.

Kalau jawabnya ‘ya’ mereka harus masuk karantina selama 14 hari. Tidak peduli mereka sudah terkena virus atau belum. Tidak peduli warga negara mana pun.

Kalau dalam 14 hari mereka baik-baik saja barulah boleh masuk Singapura.

Bagi yang tidak jujur, lalu ketahuan –apalagi ternyata terkena virus– akan didenda Rp 110 juta.

Memang seseorang terkena virus atau tidak baru diketahui 14 hari kemudian. Atau sebelum itu.

Misalnya seseorang terkena virus Wuhan. Tapi belum menunjukkan gejala sakit berarti virus itu masih dalam masa inkubasi. Dalam masa seperti itu virus tersebut belum bisa menular ke orang lain.

Virus Wuhan ini, tulis Harian Rakyat itu, tidak sama dengan virus SARS di tahun 2003 dulu. Tapi sangat mirip. Kemiripannya mencapai 85 persen.

SARS dulu asalnya dari luwak. Sedang virus Wuhan ini dari ular. Tapi dua-duanya bersumber dari satu binatang: kelelawar.

Dalam kasus SARS virusnya dari kelelawar ke luwak lalu ke manusia. Dalam kasus Wuhan virusnya dari kelelawar ke ular lalu ke manusia.
Kini Tiongkok melarang keras penjualan binatang-binatang liar seperti itu. Dendanya sangat besar.

Bicara kelelawar saya jadi ingat rumah saya di Surabaya. Tiap pagi banyak terlihat kotoran kelelawar di lantai musola. Yang letaknya di gasebo halaman belakang.

Istri saya meminta agar Pak Man mengusir kelelawar itu selamanya. Saya melarangnya. Saya adalah penggemar lagu ‘Kelelawar Sayapnya Hitam’ dari Koes Ploes.

Setelah meledak kasus Wuhan ini saya minta maaf pada istri. Tapi sarang kelelawar itu ternyata sudah lama hilang. Mungkin selama ini Pak Man ternyata lebih mendengar ucapan istri saya. Toh saya pergi terus.

Mungkin juga karena musim mangga sudah lama berlalu. Rupanya empat pohon mangga di halaman saya jadi daya tarik kelelawar. Ditambah empat pohon mangga lagi di luar pagar.

Saya juga jadi ingat luwak di desa saya di Magetan. Waktu kecil dulu saya sering ikut berburu luwak. Yang suka bersembunyi di dalam rumpun bambu berduri.

Luwak itu menjadi musuh orang desa –suka mencuri ayam di pekarangan. Ayam itu sudah berbulan-bulan dipelihara. Begitu besar dimakan luwak.

Waktu kecil saya juga suka ke bawah pohon mangga di halaman tetangga. Khususnya di waktu subuh. Itulah saat yang tepat untuk berburu mangga yang jatuh ke tanah. Yakni mangga yang sebagiannya sudah dimakan kelelawar. Terutama bagian yang dekat dengan tangkai. Yang membuat mangga itu jatuh.

Mangga yang jatuh karena dimangsa kelelawar adalah mangga yang pasti manisnya: cukup tuanya.

Kini saya kagum dengan masa lalu itu. Makan sisa-sisa kelelawar kok ya sehat-sehat saja. Padahal, dari kacamata virus Wuhan ini, itu bahaya sekali. Pasti ada sisa-sisa air liur kelelawar di buah itu. Apalagi mangga itu langsung saya makan begitu saja –tanpa dicuci atau dikupas.

Mungkin suhu udara Indonesia yang tropik membuat virus tersebut tidak bisa berkembang. Iklim di negara kita kelihatannya lebih memungkinkan jenis virus lain yang berbiak pesat.

Misalnya virus jiwascoronasraya.(Dahlan Iskan)

The post Lomba Cepat appeared first on RadarBandung.id.

]]>
https://www.radarbandung.id/news/nasional-news/2020/01/29/lomba-cepat/feed/ 0
Nostalgia Perjuangan Wanita dalam Monolog ‘Wanodja Soenda’ https://www.radarbandung.id/metropolis/paris-van-java/2020/01/29/nostalgia-perjuangan-wanita-dalam-monolog-wanodja-soenda/ https://www.radarbandung.id/metropolis/paris-van-java/2020/01/29/nostalgia-perjuangan-wanita-dalam-monolog-wanodja-soenda/#respond Wed, 29 Jan 2020 09:55:14 +0000 https://www.radarbandung.id/?p=10577 RADARBANDUNG.id PERJUANGAN – perempuan Sunda di zaman Hindia Belanda jadi benang merah pada pertunjukan monolog

The post Nostalgia Perjuangan Wanita dalam Monolog ‘Wanodja Soenda’ appeared first on RadarBandung.id.

]]>
RADARBANDUNG.id PERJUANGAN – perempuan Sunda di zaman Hindia Belanda jadi benang merah pada pertunjukan monolog ‘Wanodja Soenda’. Berlangsung di Hotel Bidakara Grand Savoy Homann, pertunjukan ini disutradarai oleh Wawan Sofwan. Wanita Sunda yang jadi inspirasi pada pertunjukan monolog ini adalah Dewi Sartika, Lasminingrat, dan Emma Poeradiredja.

Diperankan oleh Sita Nursanti (Dewi Sartika), Maudy Koesnaedi (Lasminingrat), dan Rieke Dyah Pitaloka (Emma Poeradiredja), pertunjukan ini menghadirkan suasana Bandung di era tahun 1930-an dan mengisahkan tentang semangat perlawanan dari para wanita Sunda di penjajahan Belanda dan Jepang.

Pentas dibuka dengan pembacaan puisi oleh Atalia Kamil. Mengenakan kebaya bermotif floral, Atalia tampak cantik dan tekun membacakan syair-syair puisi yang indah. Dipadukan dengan selendang merah dan kerudung berwarna hitam, tata cahaya yang on point membuat penampilannya terasa sesuai.

Monolog dipandu oleh seorang narator yang membawa jalan cerita perjuangan tiga wanita Sunda. Inaya Wahid dipercaya menjadi narator dan satu per satu menjelaskan garis besar perjuangan dari masing-maisng wanita tersebut.

Penampilan Rieke Dyah Pitaloka bermonolog dimulai. Rieke yang tampil sebagai Emma Poeradiredja tampak lantang menceritakan perjuangan Emma dalam meraih keinginan dalam memajukan perempuan. Pada cerita Emma berjuang bagaimana perempat dimasa penjajahan bisa membaca dan berhitung.

Ia bahkan sampai membuat Pasundan Istri, perkumpulan para wanita yang dia dirikan. Terbentuk pada 30 April 1930, perkumpulan ini berjuang dalam meraih kemerdekaan. Karena menurutnya perempuan adalah penyangga suatu bangsa dan mitra laki-laki dalam membangun masyarakat.

Wanita Sunda hebat lainnya adalah Dewi Sartika. Penyiar, Sita Nursanti dipercaya menceritakan bagaimana perjuangan Dewi Sartika dalam mencerdaskan para perempuan di zaman penjajahan, meski mendapat tentangan dari orang sekitarnya.

Pada zaman penjajahan, Dewi yang tergerak karena banyak perempuan yang tidak bisa membaca akhirnya membuat Sakola Istri. Di sana dia mengajarkan berbagai kemampuan mulai dari membaca, menulis, sampai pekerjaan rumah tangga.

Sita mengaku dalam memainkan peran Dewi Sartika ada ketakutan karena ada banyak stereotip dan pandangan tertentu tentang sosok Dewi Sartika. “Memainkan kisah biopik itu susah buat saya. Karena orang banyak yang sudah tau bagaimana perjuangan Dewi Sartika, takutnya ketika dimainkan ekspektasinya jadi berbeda,” katanya ditemui selepas pentas, di Hotel Bidakara Savoy Homann, Selasa (28/01/2020).

Sita yang banyak membaca biografi Dewi Sartika harus menghafal 9 lembar masalah monolog. Rupanya, ini bukan kali pertama Sita memerankan tokoh Dewi Sartika. Tahun 2016 dia pernah bermain dalam produksi drama musikal yang membawakan cerita tentang perjuangan perempatan asal Jawa Barat tersebut.

“Pergerakannya ini betul-betul ada perempuan hebat, Dewi Sartika adalah salah satu perempuan yang real dengan intelegensi tinggi,” sambungnya. Selain Sita dan Rieke, aktris Maudy Koesnaedi juga tampil apik membawakan peran sebagai Lasminingrat.

Sutradara, Wawan Sofwan mengungkapkan semula pentas monolog ‘Wanodja Soenda’ akan menghadirkan 4 wanita. Selain Dewi Sartika, Emma Poeradiredja, dan Lasminingrat, tokoh Siti Zaenab juga akan hadir. Namun karena minimnya pemain, Wawan tidak jadi mementaskannya.

Wawan menyebut naskah untuk monolog ini sudah ada sejak lama. Ia mengubah naskah yang semula teater menjadi monolog dengan permainan kata dan kalimat yang padat. Masing-masing tokoh bermonolog selama 30 menit, membawakan kisah perjuangan yang berat.

Kemudian, ketiga wanita Sunda ini menurut Wawan sudah mewakili perjuangan perempuan-perempuan di Indonesia, khususnya tanah Pasundan dalam hal kebudayaan, politik dan pendidikan. Meski berbeda periode, Wawan merasa para pemain sudah total dalam menjiwai peran diatas panggung.

“Lasminingrat itu awal pergerakam perempuan di tanah Sunda. Kemudian  Dewi Sartika ada bersinggungan dengan masanya Lasminingrat. Terakhir, Emma mewakili generasi muda untuk saat itu, ya intinya bisa menggambarkan posisi sunda pada saat zaman penjajahan,” tandasnya.

(fid)

The post Nostalgia Perjuangan Wanita dalam Monolog ‘Wanodja Soenda’ appeared first on RadarBandung.id.

]]>
https://www.radarbandung.id/metropolis/paris-van-java/2020/01/29/nostalgia-perjuangan-wanita-dalam-monolog-wanodja-soenda/feed/ 0
Heboh ‘Raja’ Baru King of The King, Klaim Mampu Lunasi Utang Negara https://www.radarbandung.id/news/nasional-news/2020/01/29/heboh-raja-baru-king-of-the-king-klaim-mampu-lunasi-utang-negara/ https://www.radarbandung.id/news/nasional-news/2020/01/29/heboh-raja-baru-king-of-the-king-klaim-mampu-lunasi-utang-negara/#respond Wed, 29 Jan 2020 09:31:17 +0000 https://www.radarbandung.id/?p=10570 RADARBANDUNG.id, TANGERANG- Setelah ‘Sunda Empire’ dan ‘Keraton Agung Sejagat’, muncul “kerajaan” lain bernama King of

The post Heboh ‘Raja’ Baru King of The King, Klaim Mampu Lunasi Utang Negara appeared first on RadarBandung.id.

]]>
RADARBANDUNG.id, TANGERANG- Setelah ‘Sunda Empire’ dan ‘Keraton Agung Sejagat’, muncul “kerajaan” lain bernama King of The King. Kemunculan King of The King cukup menggemparkan warga Kota Tangerang. Bahkan, dalam tulisan spanduknya, ‘King of The King’ mengklaim bisa melunasi seluruh utang-utang negara.

Spanduk itu mulai muncul di Jl Maulana Hasanudin, Cipondoh, Tangerang pada 21 Januari 2020. Setelah spanduk pertama dicopot, spanduk serupa kemudian muncul lagi di Jl Benteng Betawi, Poris Plawad, Kota Tangerang.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Selamat Datang di Kota Tangerang King of The King. YM Soekarno, Mr Dony Pedro. Preisden Direktur Bank UBS, Presiden PBB, Presiden MI. Pembukaan Aset Amanah Allah SWT Allahu Akbar Yang Maha Agung Pada Tanggal 25 November 2019 s/d 30 Maret 2020 untuk Melunasi Seluruh Hutang-Hutang Negara, Menyelesaikan dan Melaksanakan Dana Ampera, Menuju Kesejahteraan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia (KNKRI)” demikian isi spanduk itu.

Pada pojok kanan bawah terdapat tulisan “Lembaga Negara yang Mau Menurunkan Baliho Harus Atas Perintah Presiden PBB, UBS, MI Presiden RI Ir Joko Widodo. Demikian Agar Jadi Perhatian Bagi Semua Pihak”.

Pada spanduk tersebut terdapat gambar Presiden pertama RI Soekarno dan di belakangnya ada gambar Nyi Roro Kidul. Di bagian kanan spanduk terdapat foto beberapa orang dan ada foto 3 orang pengurus King of The King yakni Pimpinan Ketua Umum IMD Juanda, Pimpinan Provinsi Banten IMD Syrus Manggu Nata dan perwakilan di Kota Tangerang Prapto.

Menurut Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Sugeng Hariyanto, pihaknya bersama Satpol PP telah mencopot spanduk tersebut. Ia juga menegaskan tidak ada kerajaan terkait kemunculan ‘King of The King’ ini.

“Tidak ada kerajaan dan orang yang masang (spanduk) ini sendiri tidak tahu bagaimana bentuknya King of the King itu,” ujar Kombes Sugeng, Selasa (28/1/2020).

Polisi telah meminta keterangan Prapto yang mengaku sebagai perwakilan ‘King of The King’ di Kota Tangerang. Berdasarkan keterangan Pranoto, dia mengaku diperintah oleh pimpinan Banten Syrus Manggu Nata.

“Sudah diinterogasi, bahwa dia juga jadi korban, karena disuruh buat baliho itu Rp 300 ribu. Tetapi yang bersangkutan tidak mau buat laporan juga,” tutur Sugeng.

Kepada polisi, Pranoto mengungkap dirinya sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan Syrus di rumahnya di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Dalam pertemuan itu, Syrus menyinggung akan adanya pencairan aset untuk melunasi utang-utang negara.

“Pengakuan Prapto ini kita mau bikin ini, tolong pasangin ini nanti kamu dapat bagian. Tapi dalam bentuk bagaimana bayar utang juga tidak jelas,” lanjut Sugeng.

Sejauh ini polisi belum menemukan adanya indikasi pidana terkait kemunculan ‘King of The King ini’. Meski begitu, polisi masih menyelidiki lebih lanjut terkait kemunculan perkumpulan ini.

“Nanti kami akan telusuri unsur pidananya ke depan, profil itu sedang kita dalami,” tutur Sugeng.

Polisi juga belum menemukan adanya pengumpulan dana masyarakat yang dilakukan oleh ‘King of The King’. Namun, demikian, aparat kepolisian terus menyelidiki kasus ini. (detik/nto)

The post Heboh ‘Raja’ Baru King of The King, Klaim Mampu Lunasi Utang Negara appeared first on RadarBandung.id.

]]>
https://www.radarbandung.id/news/nasional-news/2020/01/29/heboh-raja-baru-king-of-the-king-klaim-mampu-lunasi-utang-negara/feed/ 0
Jokowi Yakin Dapat Kurangi Dampak Banjir di Bandung Selatan https://www.radarbandung.id/bandung-raya/kabupaten-bandung-bandung-raya/2020/01/29/jokowi-yakin-dapat-kurangi-dampak-banjir-di-bandung-selatan/ https://www.radarbandung.id/bandung-raya/kabupaten-bandung-bandung-raya/2020/01/29/jokowi-yakin-dapat-kurangi-dampak-banjir-di-bandung-selatan/#respond Wed, 29 Jan 2020 08:50:35 +0000 https://www.radarbandung.id/?p=10563 RADARBANDUNG,id, BANDUNG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini Terowongan Nanjung bisa mengurangi dampak banjir di

The post Jokowi Yakin Dapat Kurangi Dampak Banjir di Bandung Selatan appeared first on RadarBandung.id.

]]>
RADARBANDUNG,id, BANDUNG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini Terowongan Nanjung bisa mengurangi dampak banjir di Bandung Selatan. Penegasan itu disampaikan Jokowi saat meresmikan Terowongan Nanjung yang berada di kawasan hulu Citarum di Curug Jompong, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/1).

Terowongan kembar tersebut menjadi bagian dari instrumen pengendali banjir di sekitar wilayah Sungai Citarum. Pembangunan terowongan itu menjadi salah satu dari sekian banyak pekerjaan besar pemerintah dalam upaya pengendalian banjir yang biasa terjadi di cekungan Bandung.

Sejumlah instrumen lain seperti proyek floodway Cisangkuy di Desa Sukamukti, embung Gedebage, hingga kolam retensi Cieunteung terus dikerjakan dan segera diselesaikan.

“Sistem pengendali banjir di cekungan Bandung ini terdiri atas banyak pekerjaan besar, yaitu normalisasi di hulu sungai, pembangunan embung Gedebage, pembangunan kolam retensi Cieunteung, hingga pembangunan floodway di Cisangkuy,” kata Jokowi saat memberikan sambutan.

Terowongan Nanjung dibangun untuk mengatasi penyempitan alur Sungai Citarum di titik tersebut akibat kontur berbatu kanal Curug Jompong. Akibatnya, aliran air dari hulu menuju hilir hingga ke Waduk Saguling di Kabupaten Bandung Barat sering terhambat.

Pembangunan dua terowongan dengan panjang masing-masing 230 meter dan berdiameter delapan meter. Diharapkan dapat menanggulangi banjir di sejumlah wilayah, utamanya di sekitar daerah Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang.

Sebelum adanya terowongan tersebut, luas genangan akibat banjir yang biasa terjadi di sekitar wilayah tersebut bisa mencapai 490 hektare seperti pada tahun 2016 lalu. Kini, setelah terowongan mulai dioperasikan, luas genangan sebagai dampak banjir dapat dikurangi hingga menjadi 80 hektare. Jokowi sendiri mendapat laporan langsung dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengenai kondisi terkini.

“Tadi sudah disampaikan Pak Gubernur bahwa tahun ini genangan banjirnya surut sangat drastis dari (luas genangan) 490 hektare menjadi 80 hektare. Dari yang dulunya terkena dampak 159 ribu (jiwa) menjadi 77 ribu. Ini juga turunnya sangat drastis,” katanya.

Meski demikian, mantan gubernur DKI Jakarta ini meminta pembangunan sistem pengendali banjir masih terus dilanjutkan. Pihaknya akan terlebih dahulu memberikan perhatian penuh bagi penataan wilayah hulu Citarum sebelum beranjak menuju bagian hilirnya.

“Ada satu-dua pembangunan yang ingin kita selesaikan pada tahun ini, yang masih menjadi PR, yaitu satu sodetan dan satu kolam retensi. Kalau ini sudah bisa diselesaikan insyaallah nanti setelah 2020 banjir yang dulunya selalu terjadi di cekungan Bandung ini, insyallah, tidak terjadi pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Di samping itu, Jokowi mengharapkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir ini juga diikuti secara paralel oleh pekerjaan-pekerjaan pendukung lain seperti rehabilitasi lahan, reboisasi, dan lain sebagainya.

“Satu-satu dan memerlukan waktu. Ini kan sudah dikerjakan tiga tahunan sampai tahun ini. Nanti kemudian menuju hilirnya. Memang enggak bisa dikerjakan di hulunya atau hilirnya saja. Semuanya dikerjakan baik fisik infrastruktur maupun rehabilitasi lahan, reboisasi, semuanya,” katanya.

Tampak hadir mendampingi Presiden dalam acara peresmian di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, serta dua Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar dan Angkie Yudistia. (tan/jpnn/nto)

The post Jokowi Yakin Dapat Kurangi Dampak Banjir di Bandung Selatan appeared first on RadarBandung.id.

]]>
https://www.radarbandung.id/bandung-raya/kabupaten-bandung-bandung-raya/2020/01/29/jokowi-yakin-dapat-kurangi-dampak-banjir-di-bandung-selatan/feed/ 0
Kunjungan Wisatawan Domestik Terus Menurun https://www.radarbandung.id/uncategoris/2020/01/29/kunjungan-wisatawan-domestik-terus-menurun/ https://www.radarbandung.id/uncategoris/2020/01/29/kunjungan-wisatawan-domestik-terus-menurun/#respond Wed, 29 Jan 2020 08:00:55 +0000 https://www.radarbandung.id/?p=10546 RADARBANDUNG.com, BANDUNG – Sejak dipindahkan 13 penerbangan domestik dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Internasional

The post Kunjungan Wisatawan Domestik Terus Menurun appeared first on RadarBandung.id.

]]>
RADARBANDUNG.com, BANDUNG – Sejak dipindahkan 13 penerbangan domestik dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati,
kunjungan wisatawan domestik Kota Bandung turun hingga 68 persen dari 367ribu jadi 114 ribu penumpang.

“Jumlah ini merupakan perbandingan dari Juni ke Juli di tahun 2019 atau sejak dialihkannya 13 penerbangan domestik dari Bandara Husein ke BIJB,” ujar Kasubag Program, Data dan Informasi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Muhamad Insan Kamil, Selasa (28/1/20).

Insan menambahkan, untuk target kunjungan wisatawan ke Kota Bandung sebanyak 8,4 juta kunjungan. Target tersebut tercapai, tapi dengan selisih yang sangat tipis. Karenanya, tahun ini target kunjungan dirasionalisasi jadi 7,6 juta kunjungan.

Menurut insan, untuk kedatangan wisatawan domestik memang tidak terlalu terpengaruh karena kepindahan penerbangan ini. Karena penerbangan dari Singapura dan Malaysia masih ada yang langsung ke Bandara Husein Sastranegara.

“Yang harus kami tingkatkan memang kunjungan wisatawan domestik. Yang kemarin terganggu juga karena adanya pembangunan jalan layang dalam tol. Sehingga menimbulkan kemacetan di Jalan Tol Bandung-Jakarta,” papar Insan.

Meski demikian, lanjut Insan, masih ada banyak pintu masuk ke Kota Bandung, misalnya lewat stasiun kereta api, juga lewat jalan tol.
Untuk memaksimalkan kunjungan dari pintu masuk ini, Insan mengatakan, pihaknya banyak melakukan advertising dan join promotion dengan travel agen dan kota-kota lain seperti Jogja dan Solo.

“Tahun lalu kita sudah ada kerjasama dengan Jogja dan Solo, tahun ini dilanjutkan lagi sehingga untuk wisatawan yang mampir ke sana, sebelum kembali ke tempat asal mereka, mampir dulu ke Bandung,” katanya.

Menurut Insan, tempat-tempat yang masih banyak diminati wisatawan adalah, Pasar Baru, Saung Angklung Udjo, tempat-tempat bersejarah seperti Jalan Asia Afrika, Braga dan taman-taman gratis di sekitaran Kota Bandung.

“Tempat-tempat gratis banyak di kunjungi wisatawan domestik, sementara wisatawan asing banyak mengunjungi Pasar Baru dan Saung Angklung Udjo,” pungkasnya.

(mur)

The post Kunjungan Wisatawan Domestik Terus Menurun appeared first on RadarBandung.id.

]]>
https://www.radarbandung.id/uncategoris/2020/01/29/kunjungan-wisatawan-domestik-terus-menurun/feed/ 0
Tak Sanggup Bayar Ongkos, Penumpang Membunuh Supir Taksi Online https://www.radarbandung.id/jabar-area/subang/2020/01/29/tak-sanggup-bayar-ongkos-penumpang-membunuh-supir-taksi-online/ https://www.radarbandung.id/jabar-area/subang/2020/01/29/tak-sanggup-bayar-ongkos-penumpang-membunuh-supir-taksi-online/#respond Wed, 29 Jan 2020 07:00:52 +0000 https://www.radarbandung.id/?p=10543 RADARBANDUNG.com, SUBANG – Jajaran Polres Subang ungkap pembunuhan sopir taksi online. Dalam gelar perkara yang

The post Tak Sanggup Bayar Ongkos, Penumpang Membunuh Supir Taksi Online appeared first on RadarBandung.id.

]]>
RADARBANDUNG.com, SUBANG – Jajaran Polres Subang ungkap pembunuhan sopir taksi online. Dalam gelar perkara yang dilaksanakan di Mapolres Subang, mencuat nama pelaku pembunuhan dengan inisial GN.

Diketahui G merupakan warga Desa Baros, Kecamatan Baros, Serang, Banten. Ia melakukan pembunuhan kepada Adhi Darajat Putra (25) pengemudi taksi online, di Jalan Raya Patrol, Desa Tambakmekar, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang.

Kapolres Subang AKBP Teddy Fanani menyebutkan, GN ditangkap di Kampung Lebak Janteng, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, belum lama ini, sekitar pukul 03.30 WIB.

“Dibantu jajaran Polsek Garut, akhirnya pelaku tertangkap,” kata Teddy.

Dari hasil penyelidikan dan olah TKP, lanjut Kapolres, diketahui motif pembunuhan itu dilatarbelakangi pelaku yang ingin menguasai mobil milik korban.

Setelah berhasil menguasai barang berharga milik korbannya, pelaku juga sempat menawarkan mobil korban kepada seseorang di sekitaran daerah Garut.

“Mobilnya lalu ditawarkan ke temannya berinisial AGS dengan harga Rp10 juta,” tandasnya.

Kronologis dalam kasus pembunuhan tersebut, Teddy mengatakan, bermula saat tersangka memesan taksi online di depan Pos Perum Puri Abdi Praja, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, pada 21 Januari 2020 pukul 02.00 WIB, tersangka minta diantar ke daerah Padalarang, Bandung Barat (KBB).

“Namun, setibanya di lokasi yang dituju, yakni di daerah Padalarang (KBB), tersangaka yang punya rencana mengambil uang dari sesorang, namun tersangaka tidak berhasil menemuinya. Pelaku dan korban sempat berputar putar di wilayah Padalarang, dan minta kembali lagi ke Subang,” ungkap Teddy.

Setibanya di Subang, biaya yang harus dibayar oleh tersangka senilai Rp 720. Karena tersangka mengaku tidak memiliki uang untuk membayar ongkos taksi, tersangka berusaha untuk cari pinjaman uang dari temannya yang sedang tidur di kosannya, tapi teman yang di Subang tidak punya uang.

“Akhirnya, terjadi cek cok korban dengan tersangka, hingga tersangka gelap mata, dan membunuh korban,” jelasnya.

Mengetahui sang sopir tewas tersangka panik.  Akhirnya kendaraan pun digunakan untuk membawa mayat Adhi. Sampai tiba di daerah Dusun Patrol, desa Tambakmekar, Kecamatan Jalancagak, tersangka membuang jasad korban. Kemudian, tersangka melarikan diri dengan membawa mobil korban ke daerah Garut, Jawa Barat.

Adapun, barang bukti yang diamankan, satu unit mobil, satu buah ponsel, dan pakaian serta pisau sangkur.

“Tersangka dijerat Pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pembunuhan dan pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

(anr)

The post Tak Sanggup Bayar Ongkos, Penumpang Membunuh Supir Taksi Online appeared first on RadarBandung.id.

]]>
https://www.radarbandung.id/jabar-area/subang/2020/01/29/tak-sanggup-bayar-ongkos-penumpang-membunuh-supir-taksi-online/feed/ 0
Tebing Penahan BPJS TK Timpa Bangunan Warga di Cimahi https://www.radarbandung.id/bandung-raya/cimahi/2020/01/29/tebing-penahan-bpjs-tk-timpa-bangunan-warga-di-cimahi/ https://www.radarbandung.id/bandung-raya/cimahi/2020/01/29/tebing-penahan-bpjs-tk-timpa-bangunan-warga-di-cimahi/#respond Wed, 29 Jan 2020 06:00:11 +0000 https://www.radarbandung.id/?p=10540 RADARBANDUNG.com, CIMAHI – Hujan deras yang mengguyur Kota Cimahi menyebabkan tebing di Kampung Kebon Manggu,

The post Tebing Penahan BPJS TK Timpa Bangunan Warga di Cimahi appeared first on RadarBandung.id.

]]>
RADARBANDUNG.com, CIMAHI – Hujan deras yang mengguyur Kota Cimahi menyebabkan tebing di Kampung Kebon Manggu, RT 04/20, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, longsor menerjang masjid dan satu rumah warga setempat, Selasa (28/1/2020) sore.

Berdasarkan pantauan, masjid yang berada tepat di bawah tebing tersebut bagian dindingnya ambrol akibat diterjang tembok penahan tanah (TPT). Untuk sementara, masjid itu tidak bisa digunakan untuk beribadah.

Diketahui tebing tersebut berada tepat di belakang kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cimahi dan di bawahnya terdapat pemukiman warga dan saluran air.

“Iya yang longsor itu tebing di belakang lahan parkiran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cimahi,” ujar petugas Tagana Kota Cimahi, Hermawan, saat ditemui di lokasi kejadian.

Ia mengatakan, kejadian tersebut tepat setelah turun hujan deras pada pukul 15.30 WIB, kemudian tebing tersebut langsung longsor dan sempat membuat warga panik.

Menurutnya, tebing yang berada dibelakang Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cimahi itu memiliki ketinggian sekitar 30 meter dan panjang sekitar 25 meter.

Hermawan menjelaskan, longsor tersebut terjadi diduga akibat tanahnya labil ditambah hujan deras yang menyeybabakn TPT ambrol sehingga sangat rentan terjadi longsor.

“Beruntung tidak ada korban jiwa, meskipun saat kejadian ada dua orang di atas parkiran BPJS itu,” ucapnya.

Sedangkan, rumah warga yang diketahui milik Didi (70) itu terendam banjir karena saluran air yang juga berada tepat di bawah tebing tertutup material longsor berupa tanah dan tembok.

“Dampaknya masjid ambrol dan satu rumah warga terendam banjir,” ujar Hermawan.

Akibat tebing tersebut longsor, benteng pembatas parkiran kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cimahi ambrol dan materialnya berserakan di belakang permukiman warga setempat.

Ia mengatakan, diatas tebing yang longsor itu terdapat bangunan semi permanen yang sedang dibangun juga turut ambruk, namun tidak sampai menimpa masjid dan rumah warga.

“Untuk sekarang tidak memungkinkan untuk dievakuasi, paling besok karena harus menggunakan alat berat,” katanya.

Sisa banguan semi permanen seperti seng dan kayu masih berada di bawah tebing itu sedangkan petugas berjibaku membersihkan material longsor di saluran air.

Sementara pemilik rumah yang diterjang banjir berjibaku membersihkan rumahnya karena air di saluran yang tertutup material longsor masih merendam rumahnya.

(bie)

The post Tebing Penahan BPJS TK Timpa Bangunan Warga di Cimahi appeared first on RadarBandung.id.

]]>
https://www.radarbandung.id/bandung-raya/cimahi/2020/01/29/tebing-penahan-bpjs-tk-timpa-bangunan-warga-di-cimahi/feed/ 0
Joel Vinicius Gagal, Geoffrey Merapat https://www.radarbandung.id/top-persib/2020/01/29/joel-vinicius-gagal-geoffrey-merapat/ https://www.radarbandung.id/top-persib/2020/01/29/joel-vinicius-gagal-geoffrey-merapat/#respond Wed, 29 Jan 2020 05:00:38 +0000 https://www.radarbandung.id/?p=10534 RADARBANDUNG.com, BANDUNG – Joel Vinicius dipastikan batal bergabung dengan Persib Bandung pada Liga 1 2020.

The post Joel Vinicius Gagal, Geoffrey Merapat appeared first on RadarBandung.id.

]]>
RADARBANDUNG.com, BANDUNG – Joel Vinicius dipastikan batal bergabung dengan Persib Bandung pada Liga 1 2020. Setelah menjalani trial selama hampir sebulan, Persib akhirnya memutuskan untuk tidak merekrut pemain asal Brasil itu.

Pelatih Persib, Robert Alberts, menyebut alasan batalnya Persib merekrut Vinicius. Robert mengatakan, Vinicius sudah menjalin komunikasi dengan salah satu klub asal Vietnam sehingga dia memilih untuk kembali ke Vietnam dan tidak melanjutkan proses seleksi di Persib.

“Joel tidak akan melanjutkan seleksi bersama kami. Dia sudah melakukan diskusi dan akan pergi ke Vietnam akhir pekan ini. Ada klub yang tertarik untuk merekrut dia,” kata Robert di Inspire Arena, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (25/1).

Vinicius tidak sendiri menjalani trial di Persib, dia datang bersama kompatriotnya asal Brasil, Wander Luiz. Robert menuturkan, Luiz akan tetap berada di Persib dan kemungkinan akan segera diikat kontrak untuk masuk dalam skuad Persib pada Liga 1 2020.

“Ya, Luiz masih bersama kami,” ungkap Robert.

Alasan Robert memilih mempertahankan Wander lantaran mantan pemain Becamex Binh Duong itu terus menunjukkan progres signifikan selama menjalani seleksi bersama Persib. Meski begitu, Robert belum mau berkomentar terkait kapan Wander akan menandatangani kontrak bersama Persib.

Menurut Robert, dia masih ingin memantau perkembangan Wander. Selain itu, dia juga ingin melihat kombinasi antara Wander dan penyerang baru yang akan segera merapat ke Persib.

“Luiz sudah mulai menunjukan kualitasnya, tetapi saya masih harus melihat Luiz dengan pemain baru yang akan datang,” tutur Robert.

Dengan terdepaknya Vinicius, Persib masih memiliki satu slot untuk mendatangkan pemain asing non-Asia. Pemain tersebut akan segera tiba di Bandung dalam waktu dekat.

Robert belum mau mengungkapkan identitas pemain anyarnya itu. Pelatih 65 tahun itu hanya menyebut pemain tersebut berasal dari Belanda dan merupakan jebolan Jong Ajax, tim pemuda AFC Ajax. Pemain yang bersangkutan pun pernah memperkuat beberapa kesebelasan di Belanda dan terakhir berkarier di Liga Islandia.

“Dia dari Belanda, dia pernah bermain di Ajax dan dia juga pernah bermain di klub lain di Belanda,” kata Robert. “Lalu dia mulai pergi merantau, liga terakhir dia, dia bermain di Islandia, dia seorang striker dan akan tiba malam ini, mendarat malam ini di Jakarta,” kata dia.

Robert berharap, Wander dan pemain anyar Persib yang akan segera bergabung itu bisa menunjukkan kombinasi yang bagus sebagai duet penyerang. “Semoga mereka menjadi kombinasi yang kami cari. Kami masih punya waktu, tetapi kami juga ingin tim ini siap secepatnya karena tidak banyak waktu yang tersisa,” ucap Robert.

Berdasarkan ciri-ciri yang disebutkan Robert, kemungkinan besar pemain tersebut adalah Geoffrey Castillion. Geofrey sebelumnya bermain bersama Fimleikafélag Hafnarfjarðar, klub yang bermain di kompetisi utama Islandia.

Geoffrey juga merupakan pemain jebolan Ajax. Dia pernah bermain di tim lintas usia Ajax. Pesepak bola berusia 28 tahun itu juga bernah berkarier di beberapa klub Belanda seperti RKC Waalwijk (2011-2012), Heracles Almelo (2012/2013), NEC Nijmegen (2013-2014).

Setelah itu, Geoffrey sempat berkelana ke Romania dan Amerika Serikat, hingga akhirnya dia memutuskan untuk berkarier di Islandia, sejak musim 2015-2016. Geoffrey juga tercatat sebagai mantan pemain Timnas Belanda U-19. Dari data yang dihimpun melalui situs Transfermarkt.com, pemain kelahiran 25 Mei 1991 itu melakoni enam pertandingan bersama timnas U19 Belanda.

(pra)

The post Joel Vinicius Gagal, Geoffrey Merapat appeared first on RadarBandung.id.

]]>
https://www.radarbandung.id/top-persib/2020/01/29/joel-vinicius-gagal-geoffrey-merapat/feed/ 0