Ini Dia Tiga Daerah yang Diguncang Gempa

oleh -
ilustrasi

RADARBANDUNG.id, PANGANDARAN – Gempa bumi bermagnitudo 5,0 terjadi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Dari informasi yang diberikan BMKG, gempa terjadi pada hari Selasa (1/1/2019) pukul 19.25 WIB. Koordinat gempa terletak pada 10.62 LS dan 108.46 BT.

Sedangkan, gempa memiliki kedalaman 10 km. Titik terdekat gempa terletak di barat daya Kabupaten Pangandaran (327 km), disusul barat daya Cilacap (330 km), tenggara Kabupaten Tasikmalaya (331 km), barat daya Yogyakarta (378 km), dan tenggara Jakarta (526 km).

BMKG menyebut gempa tidak berpotensi tsunami. Namun belum ada informasi mengenai dampak gempa. “Gempa ini tidak berpotensi tsunami,” jelas BMKG.

Selain Pangandaran, gempa berkuatan magnitudo 5,1 juga terjadi di Banda Aceh. Gempa itu tidak berpotensi tsunami. Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 18.55 WIB, Selasa (1/1).

Lokasi gempa ada di 5.47 Lintang Utara, 94.49 Bujur Timur atau 93 km Barat Daya Banda Aceh. Gempa berada di kedalaman 14 km. Belum diketahui ada-tidaknya kerusakan serta korban dampak akibat gempa ini.

Selain Pangandaran dan Aceh, gempa bumi magnitudo 3,4 juga terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara. Gempa ini tak berpotensi menimbulkan tsunami.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan lewat akun Twitter resminya gempa terjadi pada hari ini, Selasa (1/1) pukul 06.48 WIB. Pusat gempa ada di darat 1 km arah timur laut Tapanuli Utara. Pusat gempa itu ada di kedalaman 10 km.

Getaran gempa dirasakan dalam skala III Mercaly yang artinya getaran dirasakan beberapa orang dan membuat benda yang digantung bergoyang. Belum ada laporan lebih lanjut soal dampak gempa ini.

Sementara, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai angin kencang yang berpotensi melanda wilayah Indonesia. BMKG mengidentifikasi ada peningkatan tekanan udara di dataran Asia dan juga tiga bibit siklon tropis.

“Selain itu terpantau juga bibit siklon di sebelah utara Indonesia yakni 97W tepatnya di Laut China Selatan. BMKG juga mengidentifikasi adanya bibit siklon tropis 95P di Teluk Carpentaria Australia (sebelah selatan Papua) dan 96S di Samudera Hindia (sebelah selatan Jawa),” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R Prabowo, lewat keterangannya, Senin (31/12).

Bibit siklon 95P yang ada di Teluk Carpentaria berkecepatan angin maksimum 25 knots di bagian pusat. Dan bibit siklon 97W yang ada di Laut Natuna Utara berkecepatan angin maksimum 20 knots di bagian pusat. Mulyono mengatakan kedua bibit siklon itu berpotensi tinggi menjadi siklon tropis dalam 24-48 jam ke depan.

“Kondisi ini menyebabkan pergerakan massa udara dari Asia yang bergerak menuju Indonesia mengalami penguatan, sehingga berdampak pula pada potensi peningkatan kecepatan angin, ketinggian gelombang laut, dan potensi hujan lebat di beberapa wilayah di Indonesia,” kata Mulyono. (azm/dtc)