PLN Bentuk Karakter SDM Lewat Humanity Project

oleh -
pln
BERJABAT TANGAN: Direktur Human Capital Management PT PLN (Persero), Muhammad Ali (kiri) berjabat tangan dengan Komandan Seskoad, Mayor Jenderal, K Dewantara, Rabu (10/7/2019). ( foto : ASEP RAHMAT/ RADAR BANDUNG )

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero terus menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas. Langkah prioritas yang dilakukan yaitu menjalankan program humanity project
. Program tersebut bertujuan membangun karakter disiplin, peduli lingkungan dan tanggap terhadap gejala sosial.

Direktur Human Capital Management PT PLN (Persero), Muhammad Ali mengatakan, perkembangan industri tak bisa di lawan. Oleh karenanya, kata Ali,
pendidikan Prajabatan PLN sangat mengedepankan inovasi, teknologi, dan pelayanan kepada masyarakat untuk mempersiapkan SDM-nya.

“Melaui program humanity project
, kami yakin mampu membentuk karakter insan PLN yang disiplin, bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan,” ucap Ali saat Upacara Penutupan Program Pembinan Fisik dan Karakter Prajabatan S2 Tahun 2019 di Sesko AD, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Rabu (10/7/2109).

Ali menyebut, program humanity project
diikuti 32 peserta. Mereka mengikuti berbagai kegiatan di Dusun Cikeyeung, Desa Sindangsari Kabupaten Sumedang. Lokasi ini dipilih karena wilayahnya yang pelosok dan kondisi mata pencaharian dan penghidupan warga yang belum memadahi untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Kami dibantu oleh Seskoad dalam hal pembentukan karakter ini. Mereka (peserta,red) melaksanakan humanity project
selama 10 hari,” imbuhnya.

Ali mengungkapkan, SDM PLN harus memiliki fisik yang prima, jiwa nasionalisme dan kemanusiaan serta kedisiplinan dan selalu mengutamakan aspek K3. Hal ini untuk menciptakan perubahan positif bagi Indonesia yang lebih baik.

“Siswa Prajabatan S2 Angkatan 68 (peserta) adalah program Future Leader Development yang pertama di PLN. Selama program pembinaan fisik dan karakter yang dijalani ada kegiatan kemanusiaan yang bersifat sosial yang dapat membangun karakter peduli dan tanggap,” papar Ali.

Dalam kesempatan yang sama, Komandan Seskoad, Mayor Jenderal,
K Dewantara mengungkapkan, peserta yang nantinya mengisi pososi di tubuh PLN memang tak diragukan lagi dari sisi intelektual maupun akademis. Namun, untuk menghadapi tantangan global saat ini diperlukan SDM unggul yang kuat dan disiplin tinggi.

“Dari Seskoad, kami berusaha melengkapi kemampuan peserta dengan menerapkan sisi leadership, integritas, displin dan tak melupakan wawasan kebangsaan,” jelasnya.

Dewantara menyebut, selama pelatihan peserta mengikuti kegiatan seperti pembentukan karakter militer pada umumnya. Namun, kata Dewantara, kadar dan porsi waktu berbeda.

“Kegiatannya sama seperti militer, tapi porsinya yang kurang. Di militer itu pembentukan karakter kurang lebih 3 bulan, ini waktunya hanya 10 hari, tapi kami fokus pada pembentukan karakter SDM yang kuat dan disiplin,” pungkasnya.

(arh)