Rekayasa Jalur Diklaim Kurangi Kemacetan 70 Persen

oleh -
rekayasa
LALULINTAS: Sejumlah pembatas jalan terpasang disepanjang ruas Jalan Sukajadi menuju Jalan Setiabudi di Kota Bandung, Senin (1/7/2019). ( foto : TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG )

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Kasatlantas Polrestabes Bandung, AKBP Agung Reza mengklaim, rekayasa Jalan Sukajadi kemungkinan besar bisa menurangi kepadatan dan mengemat waktu sekitar 70 persen.

“Jadi misalnya, kalau dari Jalan Eyckman ke PVJ pada akhir pekan bisa mencapai 1 jam, setelah rekayasa hanya 5-10 menit,” ujar Agung kepada wartawan Rabu (10/7/2019).

Agung mengatakan, perkiraan ini didapat dari data yang dimasukkan ke dalam aplikasi. Jadi, dengan kepadatan yang sama setelah jalan direkayasa ditemukan angka 70 persen untuk mengurangi kepadatan.

“Jarak tempuhnya memang bertambah, namun waktu tempuhnya berkurang,” tegasnya.

Rencananya rekayasa Jalan Sukajadi akan dilakukan pada 11 Juli, mulai pukul 09.00 WIB. Dilakukan selama satu minggu dan akan dilakukan analsis dan evaluas pada 18 Juli 2019.

“Setelah dilakukan evaluasi maka akan dikarehui mana-mana saja yang perlu diubah,” tambahnya.

Menurut Agung, pihaknya akan menurunkan 110 orang personel yang dsebar di berbagai titik. Ditambah dengan rambu-rambu untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat.

“Ini kan rekayasanya kawasan, jadi agak luas sehingga diperlukan banyak personel untuk menjaga,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengenalian dan Ketertiban Transportasi (PDKT), Dishub Kota Bandung, Asep Koswara mengatakan, selain melakukan rekayasa jalan, pihaknya juga akan melakukan penertiban parkir liar.

“Kita nani akan lihat, apakah mungkinkan parkir dengan sistem menyerong atau tetap lurus saja,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Asep menyampaikan kekhawatirannya dalam rekayasa jalan ini, yaitu timbul titik baru parkir liar.

“Karena jalan lalulintasnya lancar kita khawatir ada titik parkir liar baru. Terutama para ojek online,” tegasnya.

Rencananya pada rekayasa jalan ini, Dishub akan menurunkan 70 rang persnel dan sektar 100 rambu portabel.

“Rambu ini akan dijadikan permanen setelah dlakukan analisis dan evalauasi,” pungkasnya.

(mur)