Bandung Annual International Conference Dorong Ranking Publikasi Ilmiah Unisba

oleh -
SEMINAR: LPPM Unisba menggelar simposium internasional SiRes dan SoRes kedua atau 2nd Bandung Annual International Conference (BAIC), di Hotel Grand Tjokro, Rabu (23/10).

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – LPPM Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menggelar simposium internasional SiRes dan SoRes kedua atau 2nd Bandung Annual International Conference (BAIC), yang terindeks Scopus dan Web of Science.

Konferensi seminar tahun ini mengkhususkan pada bidang kesehatan dan farmasi dalam rumpun tersendiri.

Ketua LPPM Unisba, Atie Rachmiatie mengatakan, tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ilmiah BAIC ini untuk memberikan kesempatan kepada akademisi dan praktisi di Indonesia, serta negara-negara ASEAN dan dunia untuk mendiskusikan berbagai isu kontemporer terkait manajemen pengelolaan alam dan ilmu sosial.

“Target dari hasil konferensi internasional ini presiding yang diterbitkan dapat terindeks Scopus dan Web of Science, sehingga ranking Indonesia dalam publikasi ilmiah terus meningkat,” ujar Atie saat ditemui disela-sela kegiatan di Hotel Grand Tjokro, Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Rabu (23/10).

Atie menuturkan, Simposium BAIC ini mengusung tema Building Technology and Media Creative Society 5.0. Area riset yang masuk dalam SiRes adalah teknik industri, teknik pertambangan, perencanaan wilayah dan kota, statistik dan matematika. Sedangkan bidang riset yang masuk dalam area SoRes adalah komunikasi, psikologi, manajemen, akuntansi, ekonomi, hukum, pendidikan islam, pendidikan anak usia dini, Kkomunikasi dan penyiaran islam, ekonomi syariah dan bidang lain yang terkait.

“Sedangkan untuk MoRes, bidang risetnya meliputi kesehatan dan farmasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor III Asep Ramdan Hidayat menuturkan, melalui seminar publikasi internasional pihaknya berharap Unisba terus menggenjot ranking dalam publikasi ilmiah.

“Tahun sebelumnya Unisba berada di peringkat 72 kemudian berkat publikasi naik di posisi 44. Mudah-mudahan dengan banyaknya publikasi jumlah penelitian baik nasional maupun internasional bisa mengangkat unisba lebih baik lagi,” terangnya.

Salah seorang keynote speaker, Cherian George dari Hong Kong Baptist University mengungkapkan, selain penelitian atau karya ilmiah seorang akademisi harus mampu menyesuaikan keilmuan dengan kebutuhan zaman.

“Jika mengetahui perkembangan akademis nantinyaakan jelas perencanaan penelitian sesuai kebutuhan. Poin pentingnya menjalin kerjasama atau relasi baik dengan dosen atau akademisi di dalam atau luar negeri,” pungkasnya.

(fid)