Coca-Cola Amatil Indonesia Gali Bakat Pemain dan Pelatih Muda Melalui Coke Kicks

oleh -
Penyerahan piala kepada best team Coke Kicks di Tanjungsari, Sumedang. Foto:Istimewa

RADARBANDUNG.id, SUMEDANG – Menutup 2019, Coke Kicks kembali mengunjungi 8 kota di Indonesia untuk lakukan pelatihan sepak bola profesional bagi 256 pelatih daerah serta 1.792 pemain muda.

Di tahun ke-9 penyelenggaraannya, Coke Kicks akan berfokus dalam pengembangan keterampilan, pembangunan kapasitas sekolah dan komunitas, serta mendukung kesetaraan gender dengan keikutsertaan pelatih dan pemain perempuan untuk pertama kalinya dalam program pelatihan tersebut.

Pihak pemrakarsa program yaitu Asian Soccer Academy dan Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil indonesia), beserta Camat Tanjungsari turut menghadiri dengan acara pelatihan Coke Kicks 2019 yang bertempat di Lapangan sepak bola Jatisari, Desa Tanjungsari sebagai kota ke-3 yang digelar 21-22 Desember lalu.

“Kami selalu menyambut baik inisiatif-inisiatif positif untuk pengembangan masyarakat, seperti yang dijalankan Coca-Cola Amatil Indonesia dan ASA Foundation melalui program Coke Kicks. Kami percaya bahwa inisiatif seperti ini sangat penting untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, kuat, dan mandiri,” ujar Camat Tanjungsari, Ida Farida dalam kata sambutannya.

Sejak tahun 2011 Coke Kicks telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 18.000 anak dan 1.500 pelatih di 900 titik di seluruh Indonesia. Program pelatihan tersebut telah melahirkan banyak pelatih dan pemain muda yang memberikan kontribusi penting bagi komunitas dan masyarakat.

“Kami harap Coke Kicks dapat terus membawa manfaat positif bagi masyarakat daerah tempat kami beroperasi, mendorong para pelatih serta pemain muda untuk terus meningkatkan kemampuan dan turut serta dalam pertandingan-pertandingan dalam skala lokal, regional, dan internasional,” ujar Regional Corporate Affairs Manager Coca-Cola Amatil Indonesia , Nurlida Fatmikasari.

Melalui program Coke Kicks, para pelatih muda tidak hanya menerima pemahaman teori pelatihan sepak bola usia dini, tetapi juga mendapatkan kesempatan praktik dari teori yang telah diajarkan.

Dalam praktik di luar ruangan, para pelatih juga diminta untuk menjelaskan pelajaran-pelajaran positif yang didapatkan dari setiap rangkaian praktik yang telah dilakukan. Seluruh teori dan praktik yang diajarkan kepada pelatih nantinya akan dipraktikkan kembali untuk melatih 224 pemain pada klinik pelatihan di hari ke-2 (dua).

Coach Kevin dari ASA Foundation, pelatih kegiatan Coke Kicks Sumedang menyampaikan pendapatnya tentang peran penting pelatih lokal untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang positif dan terus berkembang.

“Melalui sesi train the trainers, pelatih lokal diberikan pembekalan metode pelatihan yang komprehensif, terutama tentang pembinaan mental positif tim sehingga siap meraih berbagai kesempatan di masa depan,” ujar Coach Kevin.

“Kami juga berharap bahwa melalui pembekalan pelatihan yang kami berikan, para pelatih dan pemain muda memiliki mental yang positif dan aktif dalam membangun kemampuan diri sendiri dan menjadi masyarakat yang sukses serta mandiri ke depannya,” sambungnya.

Sejaktahun 1992, Amatil Indonesia sebagai perusahaan penjualan, manufaktur, dan distribusi minuman terkemuka, menjalankan program-program keberlanjutan yang dipandu empat pilar: Environment, Our People, Wellbeing, dan Community. Coke Kicks merupakan salah satuin isiatif yang dilakukan oleh Amatil Indonesia untuk pilar Community dengan memupuk bakat-bakat generasi muda untuk membawa manfaat positif bagi masyarakat Indonesia. Berbagai inisiatif serupa juga telah dilakukan oleh CCAI, utamanya untuk masyarakat yang bersentuhan langsung dengan fasilitas CCAI di seluruh wilayah operasinya, antara lain melalui bantuan pendidikan bagi siswa berprestasi, bantuan infrastruktur, bantuan air bersih melalui Water for Life, serta penanaman pohon di area tangkapan air dan pelatihan masyarakat setempat melalui Coca-Cola Forest.

(radarbandung.id)