Puluhan SMPN di Subang Tidak Bisa UNBK

oleh -
smpn
MONITORING : Wakil Bupati Subang Agus Masykur didampingi Plt Kadisdikbud E Kusdinar monitoring UNBK, Senin (22/4/2019). (foto: M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

RADARBANDUNG.id, SUBANG – Minimnya fasilitas komputer yang dimiliki di setiap SMP Negeri di Subang membuat puluhan sekolah SMPN di Subang tak bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Dari sebanyak 166 SMP, baru 38 sekolah yang melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK),” ujar Plt.Kadisdikbud Subang E.Kusdinar. saat mendampingi Wakil Bupati Subang, Agus Masykur melakukan pemantauan pelaksanaan ujian, Senin (22/4/2019).

Menurut Kusdinar, akibat minimnya fasilitas komputer tersebut untuk sementara masih melaksanakan UN manual.  “Ya, karena tak memiliki fasilitas komputer yang cukup, terpaksa UN nya masih manual belum berbasis komputer,” katanya.

Kusdinar mengakui kalau mengacu kepada target kementerian UNBK minimal 75 persen belum tercapai, tetapi persentase di Subang masih di atas Jawa Barat. Sebab bila ditotal SMP dengan Madrasah Tsanawiyyah (MTs) UNBK di Subang sudah mencapai 54 persen, tapi kalau SMP saja baru 49 persen.

Kusdinar menuturkan untuk pelaksanaan UNBK di SMPN masing masing sekolah minimalnya harus memiliki sedikitnya 105 komputer beserta server.

“Biasanya untuk sekolah yang melaksanakan UNBK sedikit memerlukan 105 komputer untuk satu sesi ujian dan biasanya diserap sekolah yang melaksanakan UNBK dibagi menjadi 3 sesi ujian,” ungkapnya.

Kusdinar berharap, untuk tahun 2020 mendatang semua sekolah negeri bisa melaksanakan UNBK.

“Mudah-mudahan pemerintah memberikan anggaran untuk mencukupi fasilitas komputer di sekolah atau sekolah bisa meminta bantuan sumbangan pada orang tua murid yang besarannya tidak ditentukan,” katanya.

Ia juga memastikan, ujian nasional (UN) Tingkat SMP yang digelar pada Senin (22/4/2019), hingga Kamis mendatang tidak akan ada kebocoran soal.

“Peserta UN akan mengerjakan puluhan soal untuk pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan PPKN,” terangnya

Sementara itu Wakil Bupati Subang, Agus Masykur mengaku bersyukur kalau hari pertama ujian nasional berjalan lancar.

“Alhamdulillah hari ini saya monitoring sendiri untuk memastikan pelaksanaan UN berjalan secara baik dan tidak ada masalah,” pungkasnya.

(anr)