Core Motion Ajak Olahraga Sambil Dance

oleh -
Foto: Nur Fidhiah Shabrina/Radar Bandung

RADARBANDUNG.ID, MEMILIKI tubuh ideal merupakan idaman banyak wanita. Banyak cara dilakukan agar bisa mendapatkan tubuh langsing layaknya model papan atas.

Salah satu olahraga yang sekarang sedang banyak digandrungi adalah Core Motion. Menggabungkan dance dengan gerakan olahraga, sekilas olahraga ini mirip dengan zumba. Padahal banyak perbedaan, dan manfaat yang didapat apabila rutin olahraga Core Motion.

Core Motion adalah olahraga pembakaran dan pembentukan otot di seluruh tubuh, terutama pada bagian perut. Permasalahan wanita untuk mendapatkan tubuh ideal biasanya terhalang dengan perut buncit.

Olahraga ini diyakini bisa membuat perut rata dan otot-otot korset yang memang sudah tertanam di setiap tubuh menjadi lebih kuat. Selain itu, prosesnya yang menyenangkan karena menggunakan musik beat sehingga tidak akan terasa lelah.

“Core Motion itu 50 persen dancing class, 50 persen proses pembentukan otot perut. Dimana pada olahraga ini latihan berfokus pada area perut yang apabila rutin bisa membuat rata,” ucap Cormotion Program Leader Celebrity Fitnes, Aji Mukti Wibowo, di Trans Studio Mall, belum lama ini.

Core Motion terinspirasi dari latihan Core Rhythms yang dikembangkan dua juara kompetisi Ballroom Dance tingkat dunia, Jaana Kunitz dan Julia Powers dari Amerika Serikat.

Aji mengatakan olahraga ini berfokus pada pembentukan otot di empat area perut, yakni perut depan, samping, panggul, dan juga otot punggung. Bagian-bagian itu dikatakan Aji menjadi area yang difokuskan dalam latihan.
Selama 50 menit, Aji yang merupakan instruktur kelas Core Motion akan mengajak membernya melakukan dancing yang mampu membakar hingga 400 kalori. Pada olahraga Core Motion terbagi menjadi empat sesi.

“Di awal saya melakukan pemanasan selama 12 menit dan ada tiga track yang dilakukan, yakni fokus ke perut depan. Gerakannya adalah crunch dan warming up. Kemudian, fokus hanya ke bagian panggul, latihannya lower body, dan terakhir fokus ke push untuk otot yang ada di perut bagian samping,” jelasnya.

Pada sesi ke dua hingga terakhir, ia membuat kegiatan olahraga terasa menyenangkan. Musik-musik dengan beat cepat menggema di seluruh ruangan, membantu pembakaran kalori melalui banyak gerakan yang dilakukan.

Menurutnya, olahraga ini bisa di ikuti oleh semua usia, bukan hanya wanita saja, Aji mengungkapkan pria juga ada yang ikut kelas ini untuk menjaga bentuk tubuh yang sudah di dapat.

Selain itu, pengaruh yang dirasa apabila tidak menjaga otot perut adalah mudah lelah dan stress yang ternyata mempengaruhi hormon seseorang.

“Korset yang melingkari tubuh kita dari perut depan sampai punggung belakang, otot tersebut yang membuat kita berdiri tegak dan bergerak.Kalau gak aktif, otomatis kita gampang capek juga kurang fit. Ini merupaka latihan tepat untuk membentuk perut selain sit up,” ucapnya menutup perbincangan.

(fid)