Runners Kini Menjadi Gaya Hidup

oleh -

RADARBANDUNG.ID, MAU mulai hidup sehat dengan berolahraga? Mendengar namanya saja bagi sebagian orang sudah mulai lelah. Mobilitas tinggi masyarakat perkotaan membuat kegiatan olahraga menjadi satu hal jarang dilakukan.

Banyak cara dilakukan agar kegiatan ini kembali diikuti masyarakat, salah satunya bergabung dengan komunitas Fake Runners Bandung.

Sesuai namanya, komunitas ini fokus pada olahraga lari yang setiap tahun peminatnya terus bertambah. Selain karena menjamurnya event lari tahunan, lari juga sekarang mulai dijadikan gaya hidup.

Dibalut dengan program latihan yang menyenangkan, fenomena ini seharusnya menjadi tanda kalau masyarakat Indonesia semakin peduli dengan kesehatannya sendiri.

Fake Runners Bandung terbentuk pada 22 Januari 2017, dimulai dari event Tahura Rail Run, penggagasnya Fake Runners Jakarta melihat antusias pelari yang banyak di Bandung akhirnya terfikir untuk membentuknya disini.

“FR Jakarta melihat antusias yang lari di Bandung semakin menjamur, kemudian kami menggaet teman-teman yang suka lari dan bertahan sampai sekarang,” ucap Ketua Komunitas Fake Runners Bandung, Irfan Alfarisi di Bandung, Rabu (13/2/2019).

Irfan melanjutkan pada awal pembentukan belum banyak masyarakat yang tertarik, saat latihan pun hanya sebatas peregangan dan lari biasa belum ada program latihan rutin yang dibentuk.

Kekosongan itu berakhir setelah komunitas ini membuat event di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bandung. Tingginya antusias warga terlihat dari penuhnya pendaftar yang ingin ikut kegiatan lari mereka.

Turut mengundang sejumlah komunitas serupa, perlahan tapi pasti kini jumlah anggota Fake Runners Bandung berjumlah 250.

“Kerjasama bareng 23 paskal di Bandung, ada acara sunday morning run, kita undang beberapa komunitas sampai akhirnya bulan Oktober 2017 kita bentuk program latihan yang serius,” terangnya.

Irfan melanjutkan meski berjumlah ratusan anggota, namun hanya ada 50 member yang aktif ikut latihan. Hal itu terjadi karena padatnya jadwal para member yang berasal dari berbagai profesi ini.

Komunitas ini rutin berlatih dua kali seminggu yakni hari Rabu di Lapangan Saparua dan Jum’at di 23 Paskal.

Irfan mengatakan dibentuknya komunitas ini selain ingin menjaring pecinta olahraga lari tapi juga mendukung dan membantu orang yang sedang ikut kejuaraan.

“Tujuannya dibentuk itu untuk fun lari aja tapi kita juga pengen bantu ada teman-teman yangpunya target ikut perlombaan dibantu dengan program khusus,” terangnya.

Tentunya dibantu dengan tenaga ahli profesional, Irfan ingin Fake Runners Bandung tidak hanya menjadi komunitas lari biasa tapi juga memberikan kontribusi pada setiap pelarinya.

Sekarang komunitas Fake Runners sudah tersebar di 30 kota di Indonesia. Siapapun bisa bergabung asalkan memiliki keinginan untuk hidup sehat bersama.

“Kita ada program latihan pas bareng-bareng, kalau teman-teman lain pengen punya program sendiri kita bakal siapin.

Lari sudah jadi lifestyle sekarang, jadi buat ngajak pun udah gak terlalu susah malah mereka yg cari. Siapapun bisa bergabung dengan FR dan tidak dipungut biaya,” tandasnya.

Penulis: Nur Fidhiah Shabrina