Lahirkan Kreativitas Melalui Kacamata

oleh -
Nur Fidhiah Shabrina/Radar Bandung

RADARBANDUNG.ID,PERNAH pakai kacamata dengan bahan kulit? Kacamata ini eksis dengan desainnya yang cantik dan kreatifitas yang coba dihadirkan produsen kacamata lokal buatan Bandung, Yuck Foundation Studio (YFS).

Karya mereka disukai banyak orang, tak heran produk ini sudah sampai ke luar negeri dengan harga yang cukup tinggi.

Di klaim pertama di dunia, kacamata kulit ini cukup unik. Dibuat dari kulit nabati yang biasa dipakai sebagai bahan pembuatan sepatu, tas kulit, kacamata ini juga tampak bagus dengan kombinasi kulit pada frame kacamata.

Pernah dibuat dari kayu, sang pemilik kemudian putar otak dengan memakai kulit agar semakin inovasi dan berbeda dibandingkan produk lainnya.

Owner YFS, Rullyana mengatakan butuh waktu untuk riset sampai akhirnya memutuskan untuk membuat kacamata berbahan dasar kulit. Kenyamanan pemakai dipikirkan sekali pria satu ini.

“Kalau kacamata lain biasanya suka sakit dihidung karena pegal menyangga kacamata atau di kuping juga. Sedangkan pakai kulit ini lebih nyaman, bantalan penyangganya empuk sehingga tidak bikin sakit,” jelasnya di Jalan Alfa.

Penggunaan kulit ini diakui Rullyana lebih nyaman dan tahan lama. Umumnya kacamata dibuat dari bahan plastik atau besi untuk frame, bila sudah lama dipakai maka tak jarang kondisi rusak akibat jatuh atau terinjak sehingga patah atau berkarat.
“Kacamata ini tahan lama bisa 25 tahun, dan tidak akan mudah patah karena kulitnya ini bahannya keras tapi masih bisa diubah,” sambungnya.

Pembuatan satu kacamata dibutuhkan waktu 3-4 hari, tergantung request konsumen. Ada proses khusus sehingga cukup memakan waktu, bahan kulit yang mempunyai tekstur lentur ini perlu dikeraskan dulu sehingga bisa dibentuk menjadi frame kacamata.

Setelah frame dibentuk kemudian diberi warna agar semakin cantik dan stylish. Penggunaan kulit nabati juga beralasan, ia pernah mencoba dengan bahan kulit lainnya namun akhirnya kembali pada nabati.

Kacamata ini bisa dipakai unisex, baik pria atau wanita. Konsumen juga bisa custom sesuai selera dengan membawa model yang diinginkan. Selain itu, jenis kacamatanya seperti gaya atau untuk kebutuhan sehari-hari yang memakai minus.

Penulis: Nur Fidhiah Shabrina