Rama Nikmati Touring ke Negeri Ramayana, Ini Kisahnya

oleh -

RADARBANDUNG.id – KECINTAANNYA dengan sepeda motor membuat Rama, karyawan bank daerah memutuskan touring sampai ke negara India. Pada pengalaman pertamanya ini Rama banyak menemukan rintangan dan hal-hal unik lain, salah satunya pergi touring dengan orang yang baru dikenalnya melalui media sosial.

Tidak ada misi khusus dalam perjalanannya kali ini. Rama benar-benar hanya ingin menikmati perjalanan dengan sepeda motor sembari melihat pemandangan alam. Rama berangkat dengan tiga kawan barunya yang dia temui di media sosial Facebook. Pengalamannya menjajal perjalanan jauh menjadi bekal Rama untuk mengunjungi negara India, tepatnya di Ladakh.

“Akhir 2018, saya dan teman-teman komunitas janjian mau touring ke Ladakh. Karena katanya jalur sana itu wajib untuk yang suka touring motor,” katanya kepada Radar, Kamis (5/6). Setelah membaca banyak review tentang rute yang harus dilalui, Rama mulai membuat rencana tentang perjalanannya kesana.

Touring dilakukan pada pertengahan bulan Juli 2019, selama 14 hari perjalanan Rama banyak menyimpan cerita disana. Ketika rencana sudah dibuat, teman-temannya rupanya tidak jadi pergi. “Ya sudah saya memutuskan pergi sendiri dan iseng kaya buka pendaftaran di Facebook cari teman yang mau ikut touring ke India,” lanjutnya.

Gayung bersambut, Rama akhirnya berangkat dengan tiga temannya. Tanaska dari Yogyakarta, Harris dan Anton dari Denpasar. Mereka terbang menuju Delhi dan transit di Kuala Lumpur. Di Starbucks Kuala Lumpur, pertama kalinya Rama bertemu dengan kawannya. Perbincangan terjadi, saling sapa sampai akhirnya benar-benar menjadi rekan perjalanan menyenangkan baginya.

Rama menerangkan mengurus perjalanan untuk touring ke Ladakh sangat panjang. Harus ada izin khusus dari pihak setempat yang bisa mengeluarkan surat khusus bahwa mereka di izinkan touring.

“Jalur Ladakh itu kaya umrohnya pecinta motor. Sudah direncanakan dari bulan November tahun lalu, kemudian riset dan izin ke pihak setempat. Bahkan orang India sendiri kalau mau kesana gak bisa sembarangan dan harus isi permit. Kaya izin tertulis menghadap ke bagian administrasi kota,” jelasnya.

Akhirnya setelah mengurus perizinan, Rama dan teman-teman berhasil menjajal jalur Ladakh selama 10 hari. Dalam perjalanannya ada banyak rintangan, seperti ban bocor sampai kendala teknis pada motor. Ditambah suhu udara disana yang bisa mencapai enam derajat celsius mengharuskan mereka mengenakan jaket berlapis-lapis.

Berhasil menjajal jalur Ladakh, Rama bersyukur bisa memiliki pengalaman touring kesana. Apalagi tidak semua orang diberi kesempatan kesana. Tiga temannya yang baru dikenalnya justru membawa semangat positif padanya selama menjalani touring. “Saya dan Anton orang motor, Haris itu tukang foto pemandangan, kalau Kanaska hiking suka tapi pengen coba mengendarai motor di gunung. Dengan latar belakang berbeda tapi kita punya satu tujuan yang sama yakni menaklukan jalur Ladakh,” ucapnya.

Rencananya setelah jalur Ladakh, ada banyak tempat-tempat lain yang ingin dia kunjungi. Hasrat mengendarai motor jarak jauhnya sangat besar. Beberapa negara seperti Mongolia dan Nepal sudah masuk pada daftar negara yang wajib dikunjunginya.

(fid)