Interval 2019 Berikan Edukasi Ramah Lingkungan

oleh -
Dok

RADARBANDUNG.ID, BANDUNG – Masalah lingkungan di tengah pesatnya perkembangan teknologi industri kerap menjadi sorotan publik.

Sistem pengelolaan limbah atau sampah menjadi persoalan nomor satu. Berbagai cara dilakukan, termasuk melibatkan sejumlah akademisi.

Salah satunya, Fakultas Teknik Industri Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) dengan menggelar kegiatan Industrial Engineering 4.0 X Adiwiyata Festival (Interval) 2019, Sabtu (9/2/2019).

Mengusung tema ‘Build Startup Business With Technology, Environment and Human Culture’ mahasiswa diajarkan sadar serta peduli terhadap kondisi lingkungan, khususnya terkait pengelolaan sampah di tengah perkembangan era revolusi industri 4.0 di institusi pendidikan.

“Kegiatan ini juga melibatkan siswa dan tenaga pendidik dari SD, SMP dan SMA berbudaya lingkungan (Adiwiyata) di Kota Bandung,” ucap Rektor Unjani, Witjaksono melalui Kabag Kerjasama Unjani, Antoni Damayanti.

Antoni menuturkan, kegiatan interval festival 4.0 selain sebagai wadah pembekalan mahasiswa meningkatkan kemampuan dalam perusahaan industri kreatif, juga menekankan untuk sadar dan mampu menghasilkan teknologi berbasis ramah lingkungan.

“Hampir 82 persen alumni kami bekerja disektor manufaktur yang berkaitan erat dengan lingkungan. Jadi kalau nanti mahasiswa kami bekerja disatu pabrik misalnya, mereka bisa mengolah limbahnya,” papar Antoni.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Jurusan teknik industri Unjani, Cucu Wahyudin menambahkan, acara ini juga sebagai rangkaian mendukung Pemkot Bandung dalam mengurangi sampah, yakni program Kangpisman.

“Kami sudah menerapkan anti sampah, seperti mahasiswa membawa tumbler sebagai upaya menekan produksi sampah plastik di lingkungan kampu. Mudah-mudahan kebiasaan ini terbawa hingga kemudian hari,” jelas Cucu.

Cucu berharap, kedepannya tidak sebatas festival pada sosialisasi sadar lingkungan tapi lebih fokus menyasar pada industri lingkungan terutama industri manufaktur.

“Menerapkan kebiasaan sadar lingkungan memang tidak mudah, perlu waktu. Meski demikain, kami sudah berjalan membantu Pemkot dan mengajak sejumlah akademisi dan masyarakat dalam menjaga lingkungan,” imbuhnya.

Sementara itu, istri Walikota Bandung, Siti Muntamah Oded mengapresiasi acara tahunan Unjani tersebut.

Baginya, acara ini sebagai pencetus inspirasi antara akademisi dan masyarakat serta merangkul sekolah Adiwiyata dalam menjaga komitmen cinta lingkungan.

“Produksi sampah di Bandung 1.500 ton perhari. Mudah-mudahan dengan acara ini bisa menjadi bekal bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat sadar terhadap lingkungan,” pungkasnya.

** Azis Zulkhairil