Groundbreaking NS Link Tunggu Putusan Jokowi

oleh -
groundbreaking
(foto : ASEP RAHMAT)

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah pusat dan jadwal dari Istana Negara terkait rencana Presiden Joko Widodo, untuk memimpin groundbreaking pembangunan Jalan Tol Pasirkoja-Surapati Bandung atau North South Link (NS Link).

“Kalau dari laporan Direktur PT Jasa Sarana, Bu Diah S Wahyusari perkembangan rencana groundbreaking yang saat ini menunggu pengumuman resmi dari Istana Negara. Jadi nanti Istana yang akan mengumumkan langsung kapan waktunya, kami di provinsi mempersiapkan,” kata Iwa.

Iwa mengatakan, Pemprov Jabar juga akan terus mempersiapkan regulasi dan kebutuhan-kebutuhan di lapangan bersama pihak PT Citra Marga Lintas Jabar yang akan membangun jalan tol layang sepanjang yang memiliki panjang sekitae 14 km tersebut.

“Jadi baik itu untuk regulasi dan kewenangan yang sesuai dengan kewenangan provinsi,” ujarnya.

Iwa juga memastikan kemungkinan groundbreaking akan digelar pada April 2019 namun mengenai waktu dan tanggalnya, pihaknya tidak berada dalam posisi memutuskan. Pada awalnya Jalan Tol NS Link akan digrounbreaking pada pekan ketiga Maret 2019.

“Mohon doanya semoga April 2019 ini Insha Allah untuk kepastiannya (grounbreaking) yang pasti April ini, sekali lagi mohon doanya,” katanya.

Menurut Iwa keputusan tentang dimulainya proyek tersebut sudah menjadi kewenangan pemerintah pusat mengingat urusan tol menjadi domain Badan Pengelola Jalan Tol atau BPJT. Dia mengatakan persiapan dimulainya proyek fisik jalan tol tersebut sudah sangat siap.

“Dari berbagai aspek sudah siap, ini mungkin tol yang relatif cepat pelaksanaanya,” kata dia.

Sementara itu, Direktur PT Jasa Sarana, Dah S Wahyusari menambahkan pihaknya menaksir biaya konstruksi untuk seksi I Pasir Koja-Leuwi Panjang mencapai Rp1,5 triliun.

Ia menjelaskan jalan tol ini akan menggunakan teknologi elevated atau tol layang di lahan milik Pemprov Jabar dan pihaknya memastikan tidak banyak mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan.

Lebih lanjut ia mengatakan Jalan Tol NS Link yang direncanakan dari Pasir Koja-Supratman diakui Sari dikehendaki untuk pindah trase ke Cicaheum terkait persoalan tol itu dikhawatirkan akan cagar budaya dan daerah hijau.

Jalan Tol yang diprakarsai oleh PT Citra Marga Lintas Jabar yang merupakan konsorsium dari PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk , PT Wijaya Karya (Persero) Tbk , Dan PT Jasa Sarana akan mengawali groundbreaking di lahan dekat tol Pasir Koja milik PT Jasa Marga.

(arh/net)