Perhatikan Fasilitas Pendidikan Khusus ABK

oleh -
abk
SIMBOLIS : Founder Yayasan Biruku, Juju Sukmana (kiri) menerima bantuan fasilitas belajar dari Business Unit Head PT WOM Finance Regional, Jabar Lambertus Langkun (kanan), di area bermain anak Yayasan Biruku Indonesia, Jalan Senam Arcamanik, Kota Bandung, belum lama ini. (foton : GATOT POEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG)

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – PT Wahana Ottomitra (WOM) Finance menyalurkan bantuan sarana belajar dan bermain kepada puluhan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang kurang mampu.

Pemberian bantuan ini bagian dari Coorporate Social Responsibility (CSR) bidang pendidikan dari WOM Finance yang diserahkan kepada pengurus Yayasan Biruku Indonesia di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (13/4/2019).

Business Unit Head PT WOM Finance Regional Jabar Lambertus Langkun mengatakan, pertimbangan diserahkannya bantuan kepada ABK karena perusahaan ingin memberi kontribusi pada pengembangan pendidikan mereka.

Bagaimana pun di tengah keterbatasan yang dimiliki, mereka memiliki potensi dan kelebihan yang dapat dikembangkan sehingga bisa menjadi bekal mereka di kemudian hari.

“Kami menilai dibalik keterbatasan yang ada, sebetulnya mereka ini memiliki potensi untuk dikembangkan. Maka dari itu, kami mencoba memfasilitasi dengan membangun keceriaan, mengajak mereka bermain dan belajar,” kata Lambertus.

Dia mengungkapkan, dari tahun ke tahun biaya pendidikan formal bagi ABK semakin tinggi. Kondisi ini tentu menjadi kendala bagi ABK yang berasal dari keluarga dengan ekonomi kurang mampu.

Sementara di sisi lain pendidikan adalah kebutuhan yang sangat elementer. Di sinilah pihaknya mencoba hadir memberikan manfaat kepada lingkungan dan saudara-saudara sebangsa yang membutuhkan.

Kegiatan seperti ini, tutur dia, rutin dilakukan setiap tahun ketika WOM Finance merayakan hari ulang tahun. Sasarannya berbeda-beda, namun garis besarnya dibagi ke dalam empat kategori, yakni CSR di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, sosial dan kemanusiaan.

Oleh karenanya sebagai finance yang disokong oleh lebih dari 843.000 konsumen aktif, sewajarnya jika memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan.

“Saya sempet ngobrol sama pengurus yayasan, bahwa mereka kesulitan mencari donatur. Sementara ABK yang mengenyam pendidikan di sini kebanyakan dari keluarga kurang mampu. Di situlah kami hadir untuk membangun empati dan kebersamaan, semoga menjadi inspirasi pihak lain untuk melakukan hal sama,” ujar dia.

Founder Yayasan Biruku, Juju Sukmana menuturkan, yayasan dibangun sebagai wadah bagi pendidikan dan pengembangan bakat ABK. Sejak dibangun pada 2007 hingga kini jumlah ABK yang mengenyam pendidikan di yayasannya mencapai 56 anak.

Pendidikan ABK membutuhkan penanganan khusus dalam metoda pengajaran. Sistem pembiayaan pendidikan di Yayasan Biruku dilakukan secara sukarela.

Juju mengucapkan terima kasih kepada WOM Finance yang telah memberi bantuan kursi, media terapi, media belajar, dan sensor integrasi.

“Pendidikan bagi ABK itu tidak murah. Makanya ketika ada yang membantu seperti ini sangat bersyukur karena kalau beli harga alat-alatnya sangat mahal,” pungkas Juju.

(gat)