Memasuki Bulan Ramadan, ASN Pulang Lebih Cepat

oleh -
ramadan
MELAYANI: Petugas saat melakukan sistem jemput bola melayani warga untuk perekaman e-KTP. (IST)

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan selama Ramadan. Bahkan, Ramadan tak banyak mengubah kinerja ASN di lingkungan Kota Bandung.

Sekrtaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna meminta kepada seluruh ASN untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Kata Ema, jelang Ramadan Pemkot Bandung telah menetapkan jadwal kerja sesuai surat edaran Menpan RB, Nomor 394 tentang penetapan jam kerja saat Ramadhan.

“Secara substansi sama dengan peraturan yang sudah dilaksanakan pada tahun sebelumnya, bahwa hari kerja dimulai pukul 08.00 WIB. Artinya apel tetap dilaksanakan,” tegas Ema.

Mengenai jam kerja bagi instansi lima hari kerja, Ema menjelaskan, waktu bekerja pada Senin-Kamis, pukul 08.00 WIB-15.00 WIB dan untuk waktu istirahat, pukul 12.00 – 12.30 WIB. Sementara untuk Jumat, pukul 08.00 – 15.30 WIB dengan waktu istirahat satu jam, dari pukul 11.30 WIB-12.30 WIB.

“Dengan penjelasan itu, nanti surat edaran Menpan RB ditindaklanjuti oleh level pemerintah kota. BKPP akan membuat surat edarannya,” jelas Ema.

Menurut surat edaran Menpan RB, bagi instansi pemerintah yang memberlakukan enam hari kerja, untuk Senin sampai Kamis dan Sabtu, pada pukul 08.00 WIB-14.00 WIB dengan waktu istirahat 12.00 WIB-12.30 WIB. Sementara itu, hari Jumat mulai bekerja pukul 08.00 WIB-14.30 WIB dengan waktu istirahat 11.30 WIB-12.30 WIB.

Terpisah, Camat Bandung Kidul, Evi Hendarin mengatakan, pelayanan di kewilayaan bakal disesuaikan dengan intruksi tersebut.

“Saya akan sosialisasikan instruksi ini pada apel pagi besok (hari ini,red),” kata Evi.

“Saya rasa semua kebijakan yang dibuat sudah mempertimbangkan kebutuhan pegawai terutama pegawai wanita, yang harus menyiapkan santapan berbuka,” paparnya.

Disinggung mengenai sanksi yang dijatuhkan kepada stafnya yang melakukan pelanggaran, Evi mengatakan tidak perlu lagi ada teguran verbal.

“Kita kan punya sistem ERK (Elektrnil Remunerasi Kinerja), sistem sudah memberikan sanksi kepada mereka yang bekerja seenaknya,” pungkas Evi.

(mur)