Tahun Ini Targetkan 50 Persen Kenaikan Zakat Nasional

oleh -
CEO Rumah Zakat Nur Efendi (kanan) dan didampingi Chief Techonolgy and Operatig Office Herry Herawan (kiri) saat menyampaikan laporan keuangan Rumah Zakat dalam acara Konferensi Pers di Kantor Rumah Zakat, Jalan Turangga, Kota Bandung, Senin (6/5) Rumah Zakat mendapakan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan di tahun 2018 ke 13 kalinya. (Taofik Achmad Hidayat/Radar Bandung)

RADARBANDUNG.ID, BANDUNG – Rendahnya perealisasian zakat secara nasional dinilai Rumah Zakat masih rendah. Mengingat penghimpunan zakat hanya 2,1 persen disepanjang 2018 lalu.

Chief Executive Officer (CEO) Rumah Zakat, Nur Efendi optimis di 2019 zakat secara nasional mampu lebih naik. Mengingat zakat yang berhasil dihimpun oleh Baznas maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ) di 2016 realisasinya sebesar Rp5,017 triliun, 2017 meningkat Rp6,22 triliun dan 2018 mencapai Rp8,1 triliun.

“Jadi ditahun ini semoga saja bisa lebih meningkat lagi, dengan potensi zakat yang diprediksi mencapai Rp217 triliun,” ujar Efendi kepada wartawan, Senin (6/5/2019).

Efendi pun menjelaskan, seluruh Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), yang dikumpulkan Rumah Zakat dari para donatur pada 2018, sudah disalurkan  ke 1.183 desa berdaya yang tersebar di seluruh Indonesia serta lima negara. Total ada sebanyak 168.252 penerima manfaat.

“Insyaallah di 2019 bisa menyalurkan ke 319.700 penerima manfaat, atau naik 50 persen dari 2018,” tambahnya.

Sebagai kotributor penyalur zakat mencapai 60-70 persen di nasional, Rumah Zakat pun kian mengencarkan sisi pelayanannya yakni dengan diluncurkannya aplikasi Raina, sebuah teknologi customer service berbasis Artificial Intellegence.

Maka tak heran, Rumah Zakat sebagai Iembaga amil nasional juga mendapat akreditasi A pada audit syariah kementerian agama tahun 2018, dengan nilai akreditasi 99,62 dan kepatuhan syariah 97,22.

Reporter: Nida Khairiyyah