Kalapas Narkotika Jelekong Cetak Ribuan Wirausaha

oleh -
jelekong
Gun gun Gunawan Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Jelekong Bandung ( IST )

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Menumbuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarya pada warga binaan di Lapas Jelekong tentunya membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. Sehingga  masa depan para warga binaan pun saat bebas nanti sudah memiliki keahlian yang bisa berkarya dan menghasilkan  produk yang bersaing.

Kalapas Narkotika Kelas IIA Jelekong Bandung Gun gun Gunawan mengatakan, upaya untuk penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru  bukan hanya datang dari masyarakat pada umumnya, Potensi ini bahkan muncul dari warga binaan lapas yang juga memiliki keterampilan dalam menghasilkan produk kreatif dan berdaya saing, kata Gun gun Gunawan, saat di temui di kantornya Rabu(17/7/2019).

“Kami terus berupaya memberikan citra positif terhadap pembinaan narapidana di lapas, sehingga masyarakat di luar dapat melihat secara nyata bahwa lapas bukanlah lembaga yang membelenggu kreativitas para narapidana,” ujar dia .

Menurutnya, lapas merupakan lembaga yang turut berperan aktif dalam membangun karakter sekaligus meningkatkan keterampilan narapidana sehingga mereka memiliki masa depan bekal yang baru di tengah masyarakat, misalnya sebagai wirausaha.

Kendati demikian Lapas Narkotika Jelekong Kabupaten Bandung, Jawa Barat membutuhkan peranan pihak pengusaha maupun pemerintah setempat dalam menumbuhkan warga binaan menjadi wirausaha baru.  Dan sebanyak 1400 orang jumlah warga binaan di lapas Jelekong dilatih menjadi wirausaha untuk turut mendorong penguatan ekonomi bagi warga binaan.

Gungun menjelaskan, meskipun sarana dan fasilitas di Lapas Jelekong terbatas, kita mampu menciptakan wirausaha baru dan berbagai macam produk karya maupun keahlian warga binaan lapas Jelekong Bandung.

Salah- satu contohnya seperti produk kopi murni “Kopmur Lapnajel (kopi lapas napi jelekong”. Kopi ini murni hasil yang ditanam warga binaan di sekitar lahan milik lapas Jelekong. meskipun cara pengolahannya masih sederhana namun kopi Lapnajel sudah mulai dipasarkan.

Selain itu, di Lapas Jelekong  sudah berjalan usaha pengolahan daur ulang sampah yang mana sampah- sampah dikumpulkan oleh para warga binaan dan diolah menjadi daur ulang menjadi sampah yang menghasilkan profit ekonomi. ”Dan kita  juga sudah berjalan konveksi jas hujan, tas , dan berbagai macam produk lainya yang melibatkan kerjasama dengan pihak pengusaha konveksi dalam berkolaborasi antara pihak industri dengan warga binaan di Lapas Jelekong,” ucap Gun gun.

”Dan baru-baru ini kita juga melakukan kesepakatan kerjasama pelatihan gratis dari perusahaan  pembuatan Gifsun untuk warga binaan di lapas Jelekong. Yang nantinya jika hasil Gifsun buatan napi jelekong pihak perusahaan akan membantu dalam pemasaran maupun perekrutan pekerja untuk warga binaan yang sudah memiliki keterampilan dalam pembuatan Gifsun yang berkualitas,” sambung Gun gun.

Gun gun menambahkan,  pengembangqn pola pembinaan, baik terkait dengan bimbingan teknis (bimtek), bantuan peralatan dan bantuan manajemen usaha. Contohnya, bimtek yang telah dilakukan kepada warga binaan, selain kita lakukan sendiri kita juga merangkul sejumlah pihak  pengusaha dan beberapa industri, termasuk juga kita dorong Pemkab Bandung untuk turut membantu penunjang kewirausahaan.

“Saya harap warga binaan dapat berwirausaha dan menghasilkan produk-produk yang berkualitas sehingga dapat memasarkan produknya secara online. Dengan menjadi wirausaha baru saya yakin menjanjikan  masa depan warga binaan yang lebih baik,” pungkas Gun gun.

(dos)