Penataan PKL Cicadas Dimulai Agustus

oleh -
penataan
DIALOG: Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana saat berdialog dengan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) Cicadas terkait penataan. ( IST )

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) Cicadas dimulai pada Agustus 2019. Rencananya, penataan tahap awal yaitu koridor satu dari lima koridor yang sudah dibagi bisa dipasang tenda.

Wakil Walikota Bandung,Yana Mulyana mengatakan, penataan PKL Cicadas dimulai setelah Telkomsel mau menggulirkan dana CSR-nya dalam bentuk pemberian meja dan tenda untuk 602 PKL.

“Tendanya nanti akan didominasi warna merah dan putih sesuai dengan identitas Telkomsel,” ucap Yana, Rabu (17/7/2019).

Menurut Yana, dalam proses penataan ini pihaknya memastikan tidak menghilangkan hak pejalan kaki dan pemilik toko. Untuk pejalan kaki, diberikan trotoar seluas 2-3,5 meter untuk berjalan.

“Kami titip kepada pedagang, untuk bisa menjaga kebersihan agar kawasan ini bisa menjadi destinasi wisata,” imbuhnya.

Untuk menjaga kebersihan, Yana menjelaskan, bisa dengan cara membagi kelompok per lima pedagang. Mereka harus menjaga kebersihan sekitar. Jika ditemukan ada sampah, maka mereka akan ada sanksi.

“Ini hanya contoh saja, bisa dengan menggunakan cara lain,” bebernya.

Sementara untuk tempat parkir, sambung Yana, nantinya untuk jalan yang mendekati pertigaan dekat RS Santo Yusuf parkir akan dihilangkan.

“Kalau parkir di situ dihilangkan, jadi bisa untuk kendaraan dua jalur. Untuk yang mau parkir, silahkan cari tempat yang agak jauh,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kania Sari mengatakan, PKL Cicadas bisa dijadikan destinasi wisata asal bersih.

“Sebenarnya bukan hanya PKL Cicadas, bahkan pasar juga bisa dijadikan destinasi wisata, asalkan bisa menjaga kebersihan,” ujar perempuan yang akrab disapa Kenny itu.

Menurut Kenny, untuk menarik kunjungan wisatawan akan lebih baik jika PKL Cicadas nantinya dibuat tematik. Sehingga, promosi yang dilakukan lebih mudah.

“Kalau tematik lebih mudah mempromosikan produk unggulannya,” pungkasnya.

(mur)