Diskominfo Dituntut Wujudkan Smart City

oleh -
smart
TANDATANGAN: Serah terima jabatan Kepala Diskominfo Kota Bandung dari Ahyani Raksanagara kepada Anton Sunarwibowo di Ruang Serbaguna Balai Kota Bandung, Rabu (17/7/2019). ( IST )

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mengingatkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk membuat gebrakan baru dalam hal smart city. Utamanya, dalam memberikan kemudahan layanan, seperti memudahkan masyarakat mengakses informasi.

Menurutnya, Kota Bandung telah berada pada tahap kota terintegrasi, selangkah lagi menuju predikat kota cerdas. Secara perlahan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung ingin terus mengoptimalkan seluruh kemampuan yang ada untuk mewujudkan cita-cita menjadi ‘Smart City’.

“Tidak ada salahnya jika Diskominfo pasang layar LCD di taman-taman, sehingga warga bisa melihat informasi apapun tentang Pemkot, contohnya tata cara membayar pajak, harga sembako hari ini dan lain sebagainya. Kenapa tidak? Untuk kemudahan informasi,” ucap Ema usai acara serah terima jabatan Kepala Diskominfo Kota Bandung dari Ahyani Raksanagara kepada Anton Sunarwibowo di Ruang Serbaguna Balai Kota Bandung, kemarin.

Selain itu, Ema juga melihat banyak peluang yang bisa dioptimalkan dari fasilitas yang sudah ada. Salah satunya, ia ingin agar fungsi Bandung Command Center (BCC) lebih ditingkatkan.

“BCC harus jauh lebih bagus. Jumlah aplikasi terus ditambah untuk meningkatkan performa dan kinerja pemerintah. Perawatan bukan hanya ruangannya tetapi juga fungsinya,” ujarnya.

Ia mengaku menaruh harapan besar kepada Anton. Sebab mantan Sekretaris Dinas Perhubungan itu telah malang melintang berkarir di Pemkot Bandung. Ia lama bertugas di Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Bandung.

“Jadi Pak Anton sudah paham pembangunan secara makro, sekarang tinggal secara mikro diwujudkan di Diskominfo ini,” kata Ema.

Dalam kesempatan yang sama, Anton Sunarwibowo mengaku siap mengemban amanah itu. Saat mengikuti seleksi terbuka, pria kelahiran Gunung Kidul itu telah memetakan kondisi dinas yang berkantor di Balai Kota Bandung itu.

“Positioning smart city kita memang masih tahap ‘terintegrasi’, belum sepenuhnya ‘smart city’. Lalu Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik kita masih berada di angka 2,9. Tentu kita akan berupaya tahun 2020 kita bisa di angka 4,2 atau ‘memuaskan’. Mudah-mudahan kita bisa mencapai target,” pungkasnya.

(arh/aga/rmol)