10 Persen CCTV di Kota Bandung Tidak Aktif

oleh -
persen
CCTV: Sejumlah CCTV di Kota Bandung baru terpasang di pusat keramaian dan kemacetan. (foto: IST)

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung baru merealisasikan pemasangan CCTV di pusat kota. Hal itu dikarenakan pusat kota merupakan pusat keramaian dan kemacetan.

“Untuk sementara pemasangan kamera CCTV kami lakukan di persimpangan yang rawan macet, di taman-taman dan di pusat keramaian,” ujar Kepala Diskominfo Kota Bandung, Anton Sunar Wijaya, kepada wartawan, Selasa (13/8/2019).

Sementara untuk di pelosok dan kawasan pemukiman, Anton mengharapkan aparat kewilayahan untuk ikut berpartisipasi memasang di titik-titik yang dianggap rawan.

“Idealnya, CCTV yang dimiliki aparat kewilayahan, terkoneksi langsung ke Bandung Comand Center (BCC),” tambahnya.

Anton mengatakan, sekarang ini Pemkot Bandung memiliki 500 CCTV yang tersebar dibeberapa dinas. Namun, sekitar 10 persen diantaranya tidak aktif, karena kendala teknis.

“Khusus milik Diskominfo saja, kami memiliki sekitar 200 CCTV,” katanya.

Semua CCTV itu terkoneksi langsung dengan BCC, sambung dia, sehingga jika ada pihak-pihak yang membutuhkan rekaman CCTV untuk kebutuhan yang mendesak bisa disediakan oleh Diskominfo.

“Hanya saja kami tidak bisa memberikan rekaman CCTV kepada instansi berwenang, seperti kepolisian. Jadi nanti masyarakat yang membutuhkan, silahkan hubungi kepolisian, nantinya polisi akan meminta ke kami,” papar Anton.

Dari jumlah 500 CCTV tersebut, lanjut Anton, belum termasuk yang dimiliki pihak swasta dan perorangan. Anton mengaku tidak tahu persis berapa jumlah CCTV yang dimiliki pihak swasta.

“CCTV yang dimiliki pihak swasta ini, tidak terkoneksi ke BCC,” terang Anton.

Karenanya, Anton tengah melobi, agar pemilik CCTV non pemerintahan, mau mengkoneksikan kamera mereka ke BCC.

“Kamera mereka kan rata-rata menghadap ke dalam gedung, sesuai kebutuhan mereka. Kami tengah melobi, agar kamera bisa menghadap ke jalan, sehingga bisa memantau kondisi jalanan,” bebernya.

Ke depan, Anton mengatakan, pihaknya akan mengupayakan kamera CCTV yang dengan sistem face recognition. Di mana CCTV bisa melihat wajah lebih detail, dan bisa mengetahui siapa yang terekam dalam CCTV tersebut.

“Untuk sementara akan diterapkan di lingkungan balaikota,” terangnya.
Namun, itu pun masih dalam tahap penjajakan. Bahkan, Anton mengaku belum mengetahui dengan pasti, berapa harga CCTV tersebut.

“Ini kami baru ditawarkan, belum pasti akan bagaiaman nantinya,” pungkasnya.

(mur)