Proyek Kolam Retensi Gedebage “Irit” Anggaran

oleh -
proyek
MELINTAS: Seorang warga sedang melintas di tengah proyek pembangunan kolam retensi di kawasan Gedebage, Kota Bandung. (foto: IST)

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bakal membangun dua kolam retensi di kawasan Gedebage.
Pembangunan tersebut bertujuan untuk mengatasi banjir. Rencananya pembangunan dilakukan secara swadaya.

“Kawasan Gedebage kan’ cekungan terendah, jadi meskipun tidak hujan, kalau di hulu hujan deras pasti berimbas ke Gedebage,” ujar Plh Walikota Bandung, Yana Mulyana kepada wartawan Rabu (14/8/2019).

Untuk pembangunan ini, Yana mengajak Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) agar bergotong-royong membangun kolam tersebut.

“Untuk memperingati hari bakti gotongroyong, sebenarnya LPM berniat membersihkan SOR Gedebage. Namun, saya mengusulkan agar mereka mengalihkan bantuan ke penggalian kolam retensi ini,” papar Yana.

Selain itu, lanjut Yana, Pemkot Bandung juga tidak memiliki cukup anggaran untuk membuat kolam retensi jika harus menunggu APBD.
Karenanya, pembuatan kolam retensi ini akan dilakukan dengan sistem swadaya.

Disinggung mengenai dana yang dibutuhkan, Yana mengaku tidak tahu persis, hanya saja, lahan untuk kolam retensi sudah tersedia seluas delapan ribu meter persegi, di dekat Sungai Cinambo. Terkait designnya, Yana mengatakan ada sumbangan dari warga Bumi Adipura, yang rumahnya sering kebanjiran.

“Yang dibutuhkan sekarang penggalian dan pemasangan pipa paralon. Karena konstruksi tanah di Gedebage ini adalah rawa, jadi banyak pasirnya. Air akan sulit meresp di pasir. Kami butuh penampungan air, dan pipa untuk menyalurkan air agar bisa melewati pasir tersebut,” beber Yana.

Yana yakin, dengan kebersamaan warga, kolam tersebut bisa dibangun secara swadaya.

“Warga Kota Bandung mah, kalau diajak, dan diberikan teladan pasti mau gotongroyong dan membantu pemerintah,” kata Yana.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Didi Rustandi mengatakan, dalam kegiatan ini pihaknya menyediakan mesin gali. Sehingga masyarakat tidak menggali secara manual.

“Kedalaman yang dibutuhkan sekitar 10 meter. Kita bisa membantu dengan mesin sekitar enam meter. Sisanya dengan swadaya masyarakat,” terangnya.

Menurut Didi, lokasi yang akan digunakan adalah diapit dua sungai yaitu Sungai Cinambo dan Rancabolang.

“Sungai Rancabolang itu seperti sungai mati, karena dibentuk warga. Kesalahannya sekitar dua meter, tapi komunitas di sana mau dirapatkan sampai sekitar 10 meter, kita bisa bantu sampai 6 meter,” papar Didi.

Konsep pembangunannya, direncanakan akan ada joging track dan ada kolam interaksi warga.

“Nanti dalam waktu dekat akan kita rapatkan, untuk mematangkan rencana ini,” pungkasnya.

(mur)