Pengadaan Perpustakaan Mini Mubazir

oleh -
perpustakaan
KOSONG: Street Librart di kawasan Jalan Asia Afrika terkunci rapat dan kosong, Senin (25/3/2019). (foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Keberadaan street library (perpustakaan jalanan) di Jalan Asia Afrika dan Taman Pasupati, Kota Bandung memprihatinkan. Selain tak ada satu buku-pun yang terpajang, kondisnya juga tak terawat lantaran tidak berfungsi seperti yang digembar-gemborkan.

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Neti Supriati mengaku, keberadaan dua perpustakaan jalanan yang sempat diluncurkan belum berjalan. Saat ini pihaknya sedang mengevaluasi keberadaan dua street library tersebut.

“Program itu tertunda untuk dimatangkan di Kota Bandung. Ini tentu harus ditindaklanjuti,” katanya saat ditemui di Balai Kota Bandung, Selasa (9/9/2019).

Dia menuturkan, belum berfungsinya street library di Jalan Asia Afrika dan Taman Pasopati disebabkan tidak adanya pihak yang mengelola.
Saat ini, kata dia, masih memikirkan apakah perpustakaan jalanan di Asia Afrika akan dipindah ke lokasi lain atau tetap dilokasi yang kini ada.

“Bukan kami biarkan, tapi sedang evaluasi apa (street library) di Asia Afrika dilanjutkan atau digeser (ke tempat lain yang lebih aman),” ucapnya.

Menurut dia, penempatan street library ini penting, karena berkaitan dengan keamanan dan kelestarian aset yang dimiliki. Jangan sampai kotak serta buku yang ada justru rusak dan terbengkalai.

“Kami ingin jaga aset yang dimiliki,” katanya.

Terlepas dari itu, dia menyatakan, saat ini pihaknya telah menerima limpahan aset sebanyak 20 kotak penyimpan buku DPKP3. Kotak-kotak tersebut mirip street library yang berada di Jalan Asia Afrika.

“20 unit itu sudah didelegasikan ke beberapa titik. Seperti di kewilayahan, taman RW (sesuai permintaan). Kenapa kita tidak serta merta menyimpan, karena ini nanti berkaitan dengan siapa yang akan bertanggung jawab (mengelola),” katanya.

Disinggung mengenai bantuan dari Provinsi Jabar terkait program Kolecer (Kotak Literasi Cerdas), dia menuturkan, sejauh ini belum ada bantuan. Karena kemungkinan besar bantuan Kolecer untuk Kota Bandung adalah street library yang ada di Jalan Asia Afrika.

“Kota Bandung tidak dapat bantuan program Kolecer, karena dianggap di Asia Afrika itu untuk Kota Bandung,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, street library diluncurkan Ridwan Kamil di akhir masa jabatannya sebagai Wali Kota Bandung. Perpustakaan jalanan itu diluncurkan sebagai upaya meningkatkan minat baca warga Kota Bandung.

Namun usai diluncurkan salah satu inovasi yang digagas Emil itu nyatanya tidak berjalan sesuai harapan. Keberadaan boks merah yang salah satunya di sekitar Jalan Asia Afrika nampak kosong tidak berisi buku dan terkunci rapat.

(arh/dtk)