Bandung Economic Empowerment Center Resmi Berdiri

oleh -

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, Wali Kota Bandung Oded M Danial meresmikan sekaligus mengukuhkan Bandung Economic Empowerment Center (BEEC) di Taman Pramuka, Senin (28/10/2019) malam.

BEEC adalah wadah aktivitas yang digagas oleh komunitas anak muda di bidang ekonomi dan pemberdayaan pemuda. BEEC dibentuk untuk melahirkan program dan produk kreatif yang fokus mengembangkan kreatifitas sumber daya manusia di kota Bandung.

Acara peresmian dan pengukuhan ditandai dengan penyerahan kaos kepada ketua BEEC, Ujang Koswara beserta pengurus lainnya oleh Oded. Kemudian disusul dengan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka sambil memegang dan menyalakan lampu Limar.

Lampu Limar (Listrik Mandiri Rakyat) adalah salah satu produk yang dibuat oleh Ujang Koswara. Lampu ini, memiliki keunikan dibanding lampu listrik pada umumnya. Karena lampu Limar menggunakan aki (akumulator) sebagai tenaga dasar.

Ditemui usai acara, Oded menyampaikan dukungannya kepada BEEC.

“Mang oded optimis, dengan adanya BEEC ini bisa melahirkan SDM yang unggul. BEEC ini nantinya akan ada 12 Produk, salah satunya tadi Lampu Limar. Lampu Limar ini akan dipakai menerangi sudut-sudut di Kota Bandung yang masih gelap. Agar Bandung menjadi Caang Baranang,” tuturnya

Oded Juga menegaskan, bukan produknya yang menjadi fokus utama, melainkan pembentukan SDM-nya

“BEEC ini nantinya akan menjadi wadah untuk pelatihan skill. Supaya masyarakat di Kota Bandung bisa belajar sesuatu yang baru. Selain itu, produk yang dihasilkan juga harus marketable. Itu nanti diajarkan juga di BEEC.” tuturnya.

Ia berharap produk yang dihasilkan BEEC ini nantinya tidak hanya bermanfaat di Kota Bandung, tetapi juga di Indonesia.

Senada dengan Oded, Ujang yang kini resmi menjadi ketua BEEC siap mendukung pemberdayaan SDM sesuai visi kota Bandung. Dengan slogan “Toward Productive Culture”, BEEC akan menjadikan masyarakat Bandung yang produktif dan kreatif.

“Tidak hanya jadi penonton saja, tetapi juga jadi pemain. Tidak terus-terusan konsumtif tetapi warga Bandung harus bisa produktif. Menciptakan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi yang lain,” ucap Ujang.

(*/HUMAS SETDA KOTA BANDUNG)