Meriahnya Gekraf Terakhir di Penghujung Tahun 2019

oleh -

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Di penghujung tahun 2019, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dan Paguyuban Mojang Jajaka Jawa Barat kembali melaksanakan Gelar Ekonomi Kreatif Volume 7, Jumat (27/12/2019), di halaman kantor Disparbud Jabar Jl. RE. Martadinata 209 Bandung.

Kepala Bidang Industri Pariwisata Disparbud Jabar Azis Zulficar Aly Yusca menjelaskan sepanjang tahun 2019 telah dilaksanakan 7 kali Gelar Ekonomi Kreatif. Hari ini (27/12/2019) merupakan gelaran terakhir di tahun 2019.

“Selama Gekraf 2019, alhamdulillah telah memunculkan sejumlah enterpreneur muda, yang semuanya berasal dari Mojang Jajaka Jawa Barat. Seperti, ada yang menjadi pengusaha kopi, cafe, air mineral dll. Bahkan, lima Moka Jabar direkrut oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar untuk bekerja sebagai negosiator maupun inspirator,” ujarnya.

Azis memaparkan dengan bermunculannya enterpreneur muda dari kalangan Moka Jabar, ini untuk mematahkan pemahaman kalau Moka itu hanya sebagai pajangan.

“Kini, Moka bisa lebih kreatif, menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain, serta menjadi seorang negosiator demi kemajuan pariwisata dan seni budaya Jawa Barat serta bidang-bidang lainnya,” tandasnya.

Kedepan, menurut Azis, akan semakin banyak enterpreneur muda bermunculan dari Gekraf ini.

Oleh karenanya, tahun depan 2020, Gekraf akan dilanjutkan dengan mengedepankan local content, local genius, serta seni budaya tradisional Jawa Barat. Tahun 2020 berharap bakalan hadir perwakilan dari tiga budaya Jawa Barat yang tampil di Gekraf.

Seperti kita ketahui, bahwa Jawa Barat memiliki tiga budaya yang berbeda yakni, Melayu Betawi, Cirebonan dan Priangan. Tidak seni budaya nya saja, tapi juga kuliner dll nya.

Ketua Paguyuban Mojang Jajaka Jawa Barat Erick menjelaskan, Gekraf ini merupakan kali terakhir di penghujung tahun 2019.

Menurutnya banyak hal positif yang dihasilkan untuk menjadikan mojang jajaka menjadi seorang kreator, negosiator dan enterprenuer handal.

“Sebagai mojang jajaka, kita ingin memberikan yang terbaik untuk Jawa Barat dari minat dan bakat yang dimiliki, terutama menjadi seorang negosiator dan enterprenuer milenial,” ujarnya.

Tampil sebagai bintang tamu gelaran terakhir produk ekonomi kreatif Disparbud Band yang menyuguhkan lagu-lagu lawas namun bernuansa milenial. Sedangkan produk yang disajikan berupa minuman trend Boba, Ikan Bakar, Baso Geprek Ma Jue dan kuliner lainnya.

(ymi)