Soal Dana Tunjangan Bupati, Sunjaya Mendadak Pikun

oleh -

RADARBANDUNG.ID, BANDUNG – Sidang perkara suap untuk promosi jabatan di Pemkab Cirebon, dengan terdakwa Gatot Rachmanto, selaku Sekretaris Dinas PUPR, menghadirkan saksi sekaligus terdakwa mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra di pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (23/1/2019)

Di kursi pesakitan, Sunjaya mengenakan batik warna merah. Dalam persidangan Ia juga banyak menyangkal semua keterangan yang ia sampaikan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidikan KPK.

Jaksa KPK sempat memutar rekaman percakapan antara ajudan bupati bernama Deni dengan Kader dari PDIP itu.

Dalam percakapan, terdengar Sunjaya menanyakan uang 100 pada Gatot dan dijawab Deni dengan mengatakan sudah terima 1 dari Gatot.

Dalam dakwan jaksa untuk terdakwa Gatot, angka 1 ini merujuk pada uang Rp100 juta dari Gatot kepada Sunjaya via Deni.

Uang Rp100 juta itu sebagai imbalan dari Gatot karena telah melantiknya sebagai sekdis PUPR pada 3 Oktober.

Penyerahan uang Rp100 juta pada 22 Oktober. Namun, Sunjaya membantah makna ‘sudah terima 1 dari Gatot’ sebagai uang.

“Itu saudara Gatot maksudnya satu bundel berkas dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” ujar Sunjaya.

‎Jaksa kembali menanyakan maksud soal Sunjaya menanyakan 100. “Saya tidak menanyakan 100,” ujar Sunjaya.

Jaksa langsung menjawab. “Apa perlu diulang lagi,” ujar jaksa. Rekaman pun diputar.

Di rekaman, terdengar Sunjaya menghubungi Deni dan menanyakan 100 juta dari Gatot. Deni menjawab sudah terima 1.

“Saya tidak menerima uang dari Gatot,” ujar Sunjaya. Jaksa bertanya lagi apakah uang diterima dari Deni, Sunjaya mengaku tidak tahu.

“Saya tidak tahu,” kata Sunjaya.

Ia kemudian ditanyakan soal gaji menjabat bupati. Ia menjelaskan menerima gaji Rp6,25 juta tunjangan Rp85 juta, biaya operasional Rp35 juta, makan dan minum Rp15 juta, honor kegiatan dari masing-masing dinas 2,5 juta dengan per bul‎an.

“Total satu bulan terima Rp200 juta,” ungkap Sunjaya.

Anggota majelis hakim, Rojani sempat menanyakan darimana uang bupati selain dari gaji. Sunjaya mengaku berasal dari uang pribadi.

Ditanya perih dana oprasional oleh Hakim Rojani, ia justru mengaku tidak menerima dan tidak memiliki dana operasional.

“Anda punya dana operasional kan sebagai bupati,” kata Rojani.

“Sebagai bupati saya tidak punya dana operasional,” saut Sunjaya.

Pernyatan Sunjaya tentang tidak memiliki dana oprasional tersebut tidak sesuai dengan beberapa statmen yang ia lontarkan pada majelis hakim di sesi sebelum-sebelumnya.

(azs)