Gempita Pangkep Percepat Wujudkan Industri di Setiap Desa

oleh -

RADARBANDUNG.id – Pelibatan generasi muda mendorong modernisasi pertanian merupakan keharusan. Industri di pedesaan sebagai fundamental ekonomi nasional akan terbangun bila generasi muda terlibat.

Pernyataan ini disampaikan Koordinator Nasional Gempita M Riyadha, dalam kegiatan monitoring dan evaluasi Gerakan Pemuda Tani Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Pangkep, Sabtu (6/04/2019).

Hadir dalam kegiatan monev ini dewan Pembina Gempita Sulawesi Selatan, Umar Muhammad, HM. Saleh Latif Koordinator Gempita Kabupaten Pangkep bersama puluhan direktur KUB Gempita se- Kabupaten Pangkep.

Riyadha menegaskan, peran kelompok usaha bersama sebagai wadah penggerak industri pertanian di pedesaan merupakan sektor yang harus digerakkan oleh kaum muda, ” skill dan inovasi yang dimiliki merupakan modal utama kita mewujudkan mekanisasi dan modernisasi pertanian di desa”

“Jangan pernah anggap enteng keberadaan lahan atau tanah, mari jaga dan hidupkan lahan lahan tersebut maka kebangkitan ekonomi akan bergerak dari pelosok desa,” imbau Kornas Gempita.

Dia menambahkan, Gempita akan mudah memenangkan pertanian sebagai lapangan kerja dibandingkan sektor lainnya, sebab sudah tersedia segala sarana dan prasarana dari pemerintah. “Apalagi didukung skill dan keilmuan mumpuni karena rata-rata generasi muda Pangkep notabene alumni perguruan tinggi, ini akan sangat luar biasa bagi pertanian pangkep,” imbuh Riyadha.

Senada Dewan Pembina Gempita Sul-Sel Umar Muhammad mengharapkan, melalui monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan ini dapat memperkuat akselerasi kelompok usaha bersama sebagai kelembagaan Gempita di setiap desa untuk melayani petani dan mendongkrak nilai ekonomi produk pertanian.

“Petani sangat membutuhkan hadirnya layanan dari Gempita, mulai dari informasi harga komoditas, jasa olah tanah, penyediaan pupuk, panen hingga layanan pemasaran, ini sekaligus potensi ekonomi yang masih terbuang sia-sia,” ungkap Umar Muhammad.

Umar menyebutkan, sudah sangat mendesak untuk dibentuk pusat layanan mekanisasi pertanian untuk mendongkrak produktifitas sekaligus kesejahteraan petani.

“Melalui pelayanan inilah generasi muda dapat memperoleh penghasilan sekaligus akan berperan penuh terwujudnya Industri agrobisnis disetiap desa,” jelas Umar.

Hambatan gerakan Gempita di Kabupaten Pangkep sangat sederhana, lanjut Umar, karena ketidaktahuan terhadap peluang ekonomi dari layanan mekanisasi maupun kerjasama pemanfaatan lahan tidak produktif, makanya dibutuhkan strategi kampanye lebih massif dari semua stake holder.

Ini untuk permudah informasi sebagai akses kesejahteraan bagi generasi muda melalui layanan bagi petani di desa-desa,” pungkas Umar.

(azs)