Asap Pekanbaru Berdampak ke Malaysia

oleh -
internet

RADARBANDUNG.ID, RIAU – Memburuknya kabut asap memaksa ratusan sekolah serta lembaga pendidikan tinggi di Malaysia meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM). Sebanyak 129 sekolah di Tangkak dan 89 sekolah di Muar terpaksa meliburkan KBM. Sekitar 40 ribu siswa terdampak libur sekolah akibat kabut asap ini.

Dikutip dari Bernama, Minggu (15/9/2019), Indeks Pencemaran Udara atau Air Polutan Index (API) telah mencapai angka 220, atau kategori sangat tidak sehat. Menteri Energi, Sains, Teknologi, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Yeo Bee Yin mengatakan, Malaysia berkomitmen mendukung Indonesia mengatasi kabut asap dengan cara apapun.

Dia menuturkan, Malaysia telah menyampaikan pesan tersebut, namun hingga saat ini tidak ada permohonan bantuan dari Indonesia. Sebagai informasi, saat ini permasalahan kabut tidak lagi bersifat lintas batas, alias harus ditangani sesuai negara masing-masing.

Maka dari itu, jika tidak ada permohonan bantuan, maka negara lain tidak akan ‘ikut campur’. Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Datuk Dr Noor Hisham Abdullah dalam sebuah pernyataan menyampaikan, kabut asap harus segera ditangani karena mengganggu aktivitas di luar ruang serta memicu penyakit.

Data Air Pollutant Index Management System (APIMS) Malaysia menunjukkan, indeks pencemaran udara di wilayah Sabah telah meningkat. Riciannya di Tawau (148), Sandakan (104), Kota Kinabalu (69), Kimanis (69), dan Keningau (74).

Kenaikan indeks pencemaran udara juga terjadi di Samarahan (197), Sri Aman (166), Sarikei (156), Sibu (150), Kapit (92), Mukah (124) dan Miri (195) di Sarawak; Larkin (136), Pasir Gudang (95), Pengerang (74), dan Kota Tinggi (74) di Johor; dan Kemaman (102), Paka (85) dan Kuala Terengganu (81) di Terengganu.

Sementara itu, kabut asap terpantau mereda di sejumlah wilayah seperti di Kuala Selangor (86), Petaling Jaya (105), Shah Alam (95), Klang (94) dan Banting (100) di Selangor; Putrajaya (100); Nilai (113), Seremban (97) dan Port Dickson (146) di Negeri Sembilan; dan Alor Gajah (140) dan Bukit Rambai (145) di Melaka.

Di Pahang, dua daerah mencatat tren penurunan indeks pencemaran udara, di Jerantut (127) dan Temerloh (119). Sementara tiga wilayah di Perak yaitu Pegoh Ipoh (81), Seri Manjung (62), dan Tanjung Malim (81) juga mencatatkan angka moderat.

Sumber: Jawa Pos