Aksi Kemanusiaan Pascagempa Ambon

oleh -
gempa bumi ambon
PENYALURAN bantuan Rumah Zakat Action membuat sejumlah bantuan baik itu logistik, layanan medis, psikososial dan sebagainya. (Taofik Achmad Hidayat/Radar Bandung)

RADARBANDUNG.ID, BANDUNG –  Gempa bumi 6,8 SR di Ambon, Maluku, beberapa waktu lalu hingga saat ini masih seringkali mengalami gempa susulan. Rumah Zakat Action mencatat ada 23 orang meninggal dunia, 107 orang luka-luka dan ribuan warga mengungsi.

CEO Rumah Zakat, Nur Efendi menjelaskan, pemberitaan gempa di Ambon sangatlah tidak sekuat pemberitaan tempat lain jika mengalami hal serupa.

“Ini potensinya tsunami lho, korbannya juga sangat banyak. Bahkan informasi dari relawan kami yang masih ada disana seringkali ada gempa bumi susulan,” ujar Efendi kepada wartawan di kantor Rumah Zakat cabang Bandung, Senin (30/9/2019).

Saat ini, Rumah Zakat Action masih terus menyalurkan distribusi bantuan logistik, assesment, pendampingan psikososial, koordinasi pos indus lapangan, layanan medis, dan bersih-bersih puing bangunan. Informasi yang dicatat, ada 65 unit rumah rusak, 3 unit rumah ibadah rusak, 1 unit jembatan rusak, 3 unit kantor pemerintah rusak, 4 unit gedung pendidikan rusak, 1 unit ruas jalan rusak dan 1 unit pasar yang terdampak.

“Saat ini masih ada 10 relawan kami yang berada di lokasi terdampak gempa, seorang di Kabupaten Seram bagian barat dan sembilan lainnya di Kota Ambon,” imbuhnya.

Lebih dari 300 paket sudah terdistribusi, 20 karton air mineral, 50 pcs lotion anti nyamuk dan layanan medis yang terus diberikan kepada pengungsi.

Tak hanya pascagempa, kekeringan yang terjadi disejumlah daerah membuat Rumah Zakat Action pun menyalurkan 1.519.800 liter, 2 sumur bor, 4 pipanisasi dan membantu 80.837 jiwa.

(nida khairiyyah)