Masyarakat Penyandang Disabilitas Mampu Berkontribusi dalam Perusahaan

oleh -
Ilustrasi

RADARBANDUNG.id, –  Direktur Utama (Dirut) PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi memastikan semua penilaian kinerja pegawai tidak dilakukan secara profesional. Itu pun berlaku bagi karyawan penyandang disabilitas.

Hal itu bertujuan agar semua karyawan mampu memaksimalkan kompetensi pekerjaan di bidangnya masing-masing.

“Karyawan berkebutuhan khusus dapat berkontribusi yang sama dengan karyawan lainnya tanpa mendapatkan perlakuan khusus, kecuali fasilitas kerja yang disesuaikan (misal kursi kerja yang sesuai),” kata dia.

Hanya saja, ia mengakui bahwa masyarakat penyandang disabilitas yang mendaftar untuk bekerja di PNM masih kurang dari 1 persen atau 20 orang sebagaimana keinginan Pemerintah.

Namun, ia memastikan semua berstatus karyawan dengan lama kerja, mulai dari 3 tahun sampai belasan tahun, dan hanya beberapa karyawan yang masih dalam masa percobaan (probation) selama tiga bulan, sebagai hasil rekrutmen baru.

“Kami selalu berusaha mencari dan merekrut calon karyawan penyandang disabilitas, baik dalam proses rekrutmen yang PNM lakukan sendiri maupun yang dikoordinir Kementerian BUMN,” terang dia.

Saat ini, selain PNM terus berupaya menawarkan posisi/lowongan kerja untuk para penyandang disabilitas, telah ada karyawan PNM yang menyandang disabilitas dan berkinerja cukup baik.

Mereka menempati posisi antara lain sebagai reviewer pembiayaan, keuangan dan administrasi pembiayaan, staff pengawasan dan monitoring (supervisi) pembiayaan, dan supervisor pembiayaan di ujung tombak, yang memiliki keterbatasan mobilitas, tetapi kinerjanya baik.

Terpisah, Willy Hendrawan, seorang penyandang disabilitas yang selama satu bulan terakhir ini, menjalani tahapan on The Job Training (OJT) di PLN dan ditempatkan di Talent Development, bidang Recruitment and Onboarding Development mengaku tidak mengalami kesulitan menjalankan tugasnya sehari-hari.

Semua itu karena dirinya dibimbing oleh rekan senior, manajer, dan VP. Dengan demikian suasana kerja menjadi nyaman.

“Dalam berkontribusi, kami sama sekali tidak merasa dibedakan, bahkan rekan kerja dan atasan juga sangat mendukung secara positif,” kata dia.

Psikolog yang juga Konsultan Psikologi Industri dan Organisasi MSDM profesional, Ronny Hanggoro mengemukakan, secara umum sebagaimana prinsip seleksi, pihaknya mencari kandidat sesuai dengan spesifikasi pekerjaannya.

“Dengan demikian kita bisa menerima saudara kita yang disabilitas, yang masih memenuhi kriteria. Artinya dia bisa mengerjakan tugas- tugas yang akan dibebankan kepadanya. misalnya seorang tuna netra bisa menjadi operator telepon. Atau seorang tuna rungu bisa menjadi petugas sortir surat, asalkan ia memenuhi persyaratan-persyaratan lainnya,” pungkasnya.

(cr1/*)