Heboh ‘Raja’ Baru King of The King, Klaim Mampu Lunasi Utang Negara

oleh -

RADARBANDUNG.id, TANGERANG- Setelah ‘Sunda Empire’ dan ‘Keraton Agung Sejagat’, muncul “kerajaan” lain bernama King of The King. Kemunculan King of The King cukup menggemparkan warga Kota Tangerang. Bahkan, dalam tulisan spanduknya, ‘King of The King’ mengklaim bisa melunasi seluruh utang-utang negara.

Spanduk itu mulai muncul di Jl Maulana Hasanudin, Cipondoh, Tangerang pada 21 Januari 2020. Setelah spanduk pertama dicopot, spanduk serupa kemudian muncul lagi di Jl Benteng Betawi, Poris Plawad, Kota Tangerang.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Selamat Datang di Kota Tangerang King of The King. YM Soekarno, Mr Dony Pedro. Preisden Direktur Bank UBS, Presiden PBB, Presiden MI. Pembukaan Aset Amanah Allah SWT Allahu Akbar Yang Maha Agung Pada Tanggal 25 November 2019 s/d 30 Maret 2020 untuk Melunasi Seluruh Hutang-Hutang Negara, Menyelesaikan dan Melaksanakan Dana Ampera, Menuju Kesejahteraan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia (KNKRI)” demikian isi spanduk itu.

Pada pojok kanan bawah terdapat tulisan “Lembaga Negara yang Mau Menurunkan Baliho Harus Atas Perintah Presiden PBB, UBS, MI Presiden RI Ir Joko Widodo. Demikian Agar Jadi Perhatian Bagi Semua Pihak”.

Pada spanduk tersebut terdapat gambar Presiden pertama RI Soekarno dan di belakangnya ada gambar Nyi Roro Kidul. Di bagian kanan spanduk terdapat foto beberapa orang dan ada foto 3 orang pengurus King of The King yakni Pimpinan Ketua Umum IMD Juanda, Pimpinan Provinsi Banten IMD Syrus Manggu Nata dan perwakilan di Kota Tangerang Prapto.

Menurut Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Sugeng Hariyanto, pihaknya bersama Satpol PP telah mencopot spanduk tersebut. Ia juga menegaskan tidak ada kerajaan terkait kemunculan ‘King of The King’ ini.

“Tidak ada kerajaan dan orang yang masang (spanduk) ini sendiri tidak tahu bagaimana bentuknya King of the King itu,” ujar Kombes Sugeng, Selasa (28/1/2020).

Polisi telah meminta keterangan Prapto yang mengaku sebagai perwakilan ‘King of The King’ di Kota Tangerang. Berdasarkan keterangan Pranoto, dia mengaku diperintah oleh pimpinan Banten Syrus Manggu Nata.

“Sudah diinterogasi, bahwa dia juga jadi korban, karena disuruh buat baliho itu Rp 300 ribu. Tetapi yang bersangkutan tidak mau buat laporan juga,” tutur Sugeng.

Kepada polisi, Pranoto mengungkap dirinya sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan Syrus di rumahnya di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Dalam pertemuan itu, Syrus menyinggung akan adanya pencairan aset untuk melunasi utang-utang negara.

“Pengakuan Prapto ini kita mau bikin ini, tolong pasangin ini nanti kamu dapat bagian. Tapi dalam bentuk bagaimana bayar utang juga tidak jelas,” lanjut Sugeng.

Sejauh ini polisi belum menemukan adanya indikasi pidana terkait kemunculan ‘King of The King ini’. Meski begitu, polisi masih menyelidiki lebih lanjut terkait kemunculan perkumpulan ini.

“Nanti kami akan telusuri unsur pidananya ke depan, profil itu sedang kita dalami,” tutur Sugeng.

Polisi juga belum menemukan adanya pengumpulan dana masyarakat yang dilakukan oleh ‘King of The King’. Namun, demikian, aparat kepolisian terus menyelidiki kasus ini. (detik/nto)