Pantang Menyerah, Kevin Kalahkan Lawan dengan Skor Telak

oleh -
Kevin Satrio Wibowo, peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2019 asal Riau, di GOR KONI, Bandung. (foto: Media Center Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2019)

RADARBANDUNG.ID, BANDUNG – Dari 705 pendaftar hanya 224 yang lolos tahap screening di Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2019, terdiri dari 64 peserta di kelompok usia U11 Putra, 27 peserta (U11 Putri), 102 peserta (U13 Putra), dan 31 peserta (U13 Putri).

Selama waktu pertandingan itu, Tim Pencari Bakat yang dipimpin oleh Christian Hadinata, melakukan seleksi siapa saja peserta yang berhak melaju ke Tahap Turnamen, Senin (29/7/2019), di Gor KONI Bandung.

Salah satu hal unik ditemukan oleh Tim Pencari Bakat pada Audisi Umum di Kota Kembang ini, yakni teknik dasar backhand yang mumpuni.

Lius Pongoh menyatakan, pukulan backhand khas para pebulutangkis asal Jawa Barat seperti sudah sedari turunan bersambung turunan.

“Jawa Barat ini emang unik, selain menurut saya tekniknya rata-rata bagus, tapi backhand-nya seperti berbeda dan tajam,” tutur atlet bulutangkis nasional yang identik dengan julukan ‘Si Bola Karet’ ini.

Seri pembuka Audisi Umum Djarum Bulutangkis 2019 ini juga diikuti sejumlah peserta asal luar Pulau Jawa, seperti Bali, Banten, Kalimantan Tengah, Bangka Belitung, Lampung, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, serta Sumatera Selatan.

Satu di antara mereka yakni Kevin Satrio Wibowo. Setahun silam, pebulutangkis muda yang mengidolakan Kevin Sanjaya Sukamuljo ini sudah kali keempat mengikuti Audisi Umum dan hampir menjadi penghuni asrama PB Djarum di Kudus.

“Tahun lalu sempat sekali masuk karantina di Kudus. Tapi saya masih kurang dalam fisik dan kecepatan, itu yang saya perbaiki dengan latihan ekstra stiap harinya tanpa libur supaya saya tahun ini bisa masuk PB Djarum,” ujar pelajar yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP PGRI Pekanbaru ini.

Kevin menyebut, dirinya ingin sekali menjadi juara dunia sehingga tak jarang ia melatih kemampuannya dengan mengikuti beberapa turnamen kelompok usia seperti di Universitas Sari Mutiara Semarang, 2017 lalu. “Puji tuhan saya juara 2 disana,” tambanya.

Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis kali ini pun dirinya berhasil mengalakan lawannya dengan skor 21-11 dan 21-8 dan berhak melaju ke babak final, Selasa (30/7/2019). Ia bercerita, bahwa dirinya pertama hingga saat ini merasa peserta asal Bekasi, Rehan, menjadi lawan terberatnya sejak mengikuti audisi pertama hingga keempat kalinya ini.

Dari Tahap Screening yang berakhir pada Minggu (28/7) malam, Tim Pencari Bakat meloloskan 224 peserta, yang Keesokan harinya, Senin (29/7), para pebulutangkis muda ini kembali bertarung di Tahap Turnamen yang menggunakan sistem gugur. Mereka akan menunjukkan bakat terbaik mereka guna menjaga peluang meraih Super Tiket menuju tahap Final Audisi di Kudus pada 20-22 November 2019.

Reporter: Nida Khairiyyah