Seri Pertama Gymkhana Kejurnas Penuh Kejutan

oleh -
Nida Khairiyyah/Radar Bandung SERU: Adu balap seri pertama di MLDSPOT Auto Gymkhana Kejurnas Slalom 2019 dipenuhi kejutan, salah satunya banyak pembalap muda yang hadir untuk merebut juara dari para seniornya.

RADARBANDUNG.ID, BANDUNG – Pecinta adu kepot gerobak bermesin melepas dahaga pecintanya melalui MLDSPOT Auto Gymkhana Kejurnas Slalom 2019. Tercatat, ada 228 starter yang berlomba memperebutkan juara di 13 kelas yang tersedia.

MLDSPOT Auto Gymkhana Kejurnas Slalom 2019 memiliki 7 seri dengan Kota Bandung sebagai kota pembuka di seri pertamanya.

Tak tanggung, bukan hanya para senior pembalap saja yang merasakan adrenalin di sirkuit, melain para pemula pun unjuk nyali.

Seperti yang dilakukan Pembalap wanita pemula, Canya Prasetyo asal DKI Jakarta dengan mobil Honda Brio Satya mampu menempatkan dirinya di urutan kelima dalam kelas A3.

“Di mapping pertama aku malah kun, pas kedua kalinya di angka 49 detik,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Sirkuit GOR Arcamanik, Bandung, Sabtu (27/7/2019) malam.

Canya mengaku, sebagai pertama kali dan pemula dirinya sudah cukup puas dengan hasil yang diperoleh. Bahkan, sejak awal dirinya tidak menargetkan untuk dapat juara.

“Niatnya emang untuk nambah jam terbang aja, karena aku emang mulai tertarik sama dunia balap sejak 3 tahun yang lalu,” ujar anak keluarga pembalap tersebut.

Wanita berusia 20 tahun tersebut mengaku sudah pernah menempatkan dirinya sebagai juara 4 nasional dalam sprint offroad, tahun lalu.

“Kalau sprint itu ada navigatornya, saya cukup bisa tenang dan mudah mengendalikan emosi tapi kalau slalom benar-benar sendiri dan fokus dijaga yang terpenting,” imbuhnya.

Ia pun mengakui senang bisa bergabung dalam MLDSPOT Auto Gymkhana Kejurnas Slalom 2019, bahkan dirinya akan mencoba mengikuti beberapa seri lainnya untuk mengasah kemampuannya.

“Pokoknya kegiatan ini harus tetap ada, biar aku ikutan terus,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan pihak penyelenggara Genta Auto & Sport, Abed Nego Antoro menjelaskan untuk tahun ini ada tiga kota baru yang dipilih untuk serinya, seperti Tulungagung (Jawa Timur), Kota Bekasi dan Kota Tasikmalaya yang direncanakan sebagai seri terakhir atau babak final.

“Kita tetap konsepnya seperti tahun sebelumnya, ada balapan dan ada hiburan juga. Tapi untuk tahun ini terasa lebih spesial karena banyak pembalap wanita yang turut serta dan pembalap muda, bahkan ada yang usianya 15 tahun ikutan sebagai pembalap pemula,” ujar Abed.

Setelah seri ini berakhir, akan ada 3 pembalap pria dan 1 pembalap wanita yang akan mewakili Indonesia bertanding ditingkat Asia.

Sementara itu, perwakilan Brand Activation MLDSpot Jakarta, Fransiskus Herianto menjelaskan, perkembangan slalom setiap tahunnya selalu meriah dan mendapatkan antusias yang tinggi.

Sport Jabar Arcamanik, Bandung, sudah kali ke-3 dalam 5 tahun terakhir menjadi tuan rumah penyelenggaraan kejurnas. Sebelumnya, MLDSPOT Auto Gymkhana diadakan pada tahun 2016 dan 2018.

“Tahun ini sepertinya tuan rumah banyak mengirimkan wakil-wakil mudanya untuk berkompetisi di Kejurnas. Kemudian pastinya, dari tahun  ke tahun selalu ada saja tim-tim baru dan pembalap juga banyak yang pindah tim, maka euforianya sangat tinggi tahun ini,” jelasnya.

Disinggung perihal hadiah, ia mengaku tak jauh berbeda dibandingkan tahun lalu. Hanya saja nilainya yang cukup tinggi dibandingkan sebelumnya.

“Saya sih inginnya adanya kegiatan ini semakin banyak anak muda di Indonesia yang berprestasi, karena dari sini mereka bisa melaju ke skala yang lebih luas lagi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, HTJRT melalui Adrian Septianto, pebalap yang bolak-balik menyandang gelar juara baik level nasional maupun internasional. Bahkan, kali ini ia menyabet tiga gelar juara sekaligus yakni di kelas A1 untuk Kejuaraan Nasional A, kelas F untuk Kejuaraan Nasional F (Modifikasi), dan kelas B2 untuk Kejuaran Nasional B (Gerak Roda Belakang).

Reporter: Nida Khairiyyah