Relawan KPU Cimahi Masih Awam Soal Pemilu

oleh -
Ketua KPU Cimahi Irman Gusman memberikan pengarahan dan penjelasan terkait kepemiluan kepada seluruh “Relawan Demokrasi” di Cimahi, Senin (21/1). (IST)

RADARBANDUNG.ID, CIMAHI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi melaksanakan bimbingan teknis bagi 55 Relawan Demokrasi yang lolos tahap seleksi untuk membantu sosialisasi Pemilu 2019.

Bimtek tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan pembekalan bagi para relawan, yang kebanyakan berasal dari latarbelakang mahasiswa dan masyarakat umum, tanpa pengalaman kepemiluan sebelumnya.

“Pembekalan ini penting, karena para relawan masih awam soal kepemiluan. Makanya nanti saat melaksanakan tugas sosialisasi di lapangan, mereka juga akan terus kita kawal,” ungkap Ketua KPU Kota Cimahi, Mohamad Irman, saat ditemui di Hotel Endah Parahyangan, Senin (21/1/2019).

Mereka akan ditempatkan di 11 basis Pemilu, seperti basis pemilih pemula, pemilih muda, perempuan, disabilitas, komunitas, keluarga, keagamaan, pemilih berkebutuhan khusus dan basis penggunan media sosial atau netizen.

Secara tegas, pihaknya melarang relawan demokrasi menerima gratifikasi dari para peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, serta menyosialisasikan salah satu kontestan.

“Sangat kita larang. Jangan sampai mengkampanyekan peserta, apalagi menerima gratifikasi. Kalau terbukti, kita langsung berhentikan,” tegasnya.

Diakuinya, para relawan ini rentan untuk tergoda terhadap hal-hal negatif seperti itu. Namun, dirinya meyakini bahwa para relawan terpilih ini akan patuh terhadap kode etik.

“Masyarakat juga silakan melapor kalau ada relawan kami yang melanggar aturan. Karena mereka bertugas mensukseskan pemilu, bukan mencari keuntungan pribadi,” jelasnya.

Para relawan demokrasi itu akan bertugas selama tiga bulan. Terhitung sejak Februari hingga April 2019. Mereka akan mendapat honor Rp750.000 perbulan. Jika ditugaskan selama tiga bulan, maka relawan akan mengantongi Rp2.250.000.

“Para relawan itu akan dievaluasi setiap bulannya, apakah laik untuk dipertahankan atau dilepas,” tegasnya.

Seorang relawan demokrasi, Medri Aldhiaz, mengakui diberikan beban berat untuk mengatrol angka partisipasi publik dalam Pemilu yang jatuh bulan April nanti.

“Pasti jadi beban, apalagi saya pribadi baru pertama kali jadi relawan seperti ini. Takutnya target dari KPU tidak terealisasi,” ungkapnya.

Saat bertugas nanti, ia memiliko konsep untuk komunikasi publik dan mengandalkan media sosial untuk menjangkau anak-anak muda Kota Cimahi.

“Pastinya akan sangat mengandalkan media sosial, kita buat bentuk sosialisasi visual dan audio, karena akan lebih menarik ketimbang berbicara satu arah,” katanya.

(dan)