Bawaslu Bentuk Timsus Untuk Mengkaji Tabloid

oleh -
NET

RADARBANDUNG.ID, BANDUNG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat temukan Tabloid Indonesia Barokah tersebar di 20 daerah Jawa Barat.

Tabloid yang bermasalah tersebut sebelumnya ramai ditemukan masyarakat di masjid dan pesantren.

Adanya temuan tersebut membuat Bawaslu Jawa Barat mengambil langkah pencegahan dengan membentuk tim khusus guna mengkaji produk dan konten Tabloid Indonesia Barokah.

“Kami bentuk tim kajian berkaitan dengan produk tabloid, lalu konten dalam tabloid sesuai Undang-undang,” kata Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah di Kantor Bawaslu Jabar, Jalan Turangga, Kota Bandung, Jumat (25/1/2019).

Kemudian, setelah melakukan penelusuran lebih dalam, pihaknya tidak dapat menemukan alamat kantor redaksi Tabloid tersebut.

Berhubung Tabloid merupakan produk jurnalistik maka pihaknya menyerahkan konteks persoalan ini ke Dewan Pers.

“Berkaitan dengan materi ini, maka harus dinilai berdasarkan etika dan regulasi jurnalistik dari Dewan Pers,” ungkapnya.

Disamping itu, soal pemberitaan kampanye di media massa harus mengacu pada Pasal 289 ayat 2 UU 7 tahun 2017, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) 23 tahun 2018 media cetak dalam menyiarkan pesan kampanye harus mengindahkan kaidah etika jurnalistik.

Pihaknya juga menyatakan bahwa, unsur dugan pelanggaran daei tabloid tidak menemukan unsur yang dianggap melanggar ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2007 tentang Pemilu.

“Kaitan dalam materi konteks Pemilu, tidak terdapat unsur yang dianggap melanggar ketentuan sebagaimana UU Nomor 7 Tahun 20017,” ucapnya.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, penyebaran tabloid Indonesia Barokah di wilayah Jawa Barat tidak terlalu masif.

Sejauh ini, dari laporan dan pantauan pihaknya, tabloid ini menyebar di tiga wilayah.

Agung menambahkan, dari hasil pendalaman yang dilakukan oleh jajarannya, ada tiga daerah di Jabar yang terdapat penyebaran tabloid tersebut.

Di antaranya di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut dan Tasikmalaya.

(azs)