Dukung Pelantikan, Brigade 01 Jabar Kirim 10 Ribu Kader ke Jakarta

oleh -
Konsolidasi Brigade 01 siap pasang badan bagi siapapun yang mencoba akan menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden.Foto:Istimewa

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Dukungan penuh datang dari organisasi Barisan Relawan Penggerak Desa (Brigade) 01 Jawa Barat. Bahkan, Brigade 01 siap pasang badan bagi siapapun yang mencoba akan menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden.

Ketua Brigade 01 Jawa Barat, Cecep Kholiludin mengatakan pelantikan presiden dan wakil presiden adalah puncak dari pesta demokrasi yang harus dilaksanakan dan dijaga marwahnya.

Apalagi terpilihnya pasangan Joko Widodo dan Kyai Ma’ruf Amin sudah ditetapkan oleh KPU, berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kedaulatan rakyat yang diwujudkan melalui pemilu tidak boleh diganggu oleh siapapun, dengan alasan apapun. Hasil pemilu sudah ditetapkan oleh KPU, Bawaslu dan MK, oleh karenanya itu sah secara konstitusi dan mengikat. Maka pelantikan presiden harus diterima semua elemen bangsa, dan dilaksanakan secara ikhlas gembira” ujar Cecep Kholiludin,Rabu (9/10/2019).

Ketua Brigade 01 Jabar itu menegaskan jika ada pihak yang berniat menggagalkan pelantikan presiden, maka Brigade 01 Jabar siap pasang badan untuk menjaga amanah dan kepercayaan rakyat yang telah memilih pasangan presiden – wakil presiden periode 2019-2024.

“Kami dari Jabar akan mengirimkan perwakilan sebanyak 10 ribu orang ke Jakarta,” ungkap Cecep di depan ratusan kader Brigade 01 Jabar.

Keberangkatan 10 ribu anggota Brigade Jabar ini, lanjut Cecep, untuk bergabung dengan relawan lainnya yang akan memberi dukungan kepada presiden-wapres terpilih ; juga sebagai syukuran atas pelantikan Jokowi-Kyai Ma’ruf Amin.

“Berigade 01 terdiri dari pegiat desa, elemen desa dan masyarakat desa, jadi kita ini datang ke Jakarta salah satunya mewakili gerakan masyarakat desa,”ungkapnya.

Cecep menambahkan mendukung penuh pihak TNI dan Polri untuk menindak tegas siapapun yang ingin menganggu atau menghalangi pelantikan persiden secara inkonstitusional.

“Kami tegaskan TNI dan Polri harus menjamin kemanan pelaksanaan pelantikan ini, mereka telah bersumpah untuk menjaga bumi pertiwi termasuk melindungi pilihan rakyat Indonesia hingga titik darah penghabisan,” pungkas Cecep Kholiludin.

(radarbandung.id)