Di Belakang Ahok Ada Ridwan Kamil, Sandiaga Uno dan Grace Natalie

oleh -
Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama usai menghadiri Pertamina Energy Forum, Jakarta, Selasa (26/11). Foto : Ricardo

RADARBANDUNG.id, JAKARTA – Hasil jajak pendapat Indonesian Populer Survey (IPS) mengungkap bahwa orang yang lahir dalam rentang tahun 1997-2012 atau generasi Z, menginginkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat jabatan di pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Temuan yang menarik adalah mayoritas generasi Z memang menginginkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mendapat jabatan di pemerintahan Jokowi saat ini,” kata Direktur IPS Silvanus Alvin dalam keterangan tertulis yang diterima Antara, Rabu (27/11).

Alvin menjelaskan dalam jajak pendapat yang dilakukan terhadap 537 koresponden generasi Z, diketahui bahwa 54 persen menginginkan Ahok masuk dalam jajaran pemerintahan Jokowi.

Salah satu alasan mantan narapidana kasus penistaan agama itu mendapat dukungan dari generasi Z ialah karena aktifnya Ahok di media sosial. Usai keluar dari penjara, mantan Gubernur DKI Jakarta itu membuat vlog bersama anaknya sembari melihat Simpang Susun Semanggi.

Selain itu, rekam jejak Ahok yang dinilai bersih dari korupsi, tegas, dan banyak melakukan gebrakan juga menjadi faktor lain yang membuat elektabilitas dia meningkat di kalangan generasi Z.

Alvin mengatakan bahwa rekam jejak positif itu pada akhirnya mengantarkan Ahok menduduki posisi sebagai Komisaris Utama Pertamina. “Jadi, generasi Z itu sedang bersenang hati karena terpilihnya BTP jadi Komisioner Utama Pertamina,” tutur Alvin.

Di belakang nama Ahok, terdapat nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan persentase sebelas persen, lalu diikuti mantan calon Wakil Presiden Sandiaga Uno dengan 8,2 persen.

Alvin yang juga dosen komunikasi politik di Universitas Bunda Maria itu menambahkan bahwa Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie juga didukung generasi Z sebesar 7,8 persen untuk mendapatkan posisi di pemerintahan Jokowi. Menyusul kemudian ada nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani yang mendapat dukungan generasi Z dengan persentase 7,4 persen.

Sementara itu, peneliti IPS Teguh Hidayatul Rachmad juga melakukan jajak pendapat tentang karakter yang diinginkan generasi Z terhadap orang-orang yang menjabat di pemerintahan Jokowi.

Hasilnya, generasi Z menginginkan orang-orang yang masuk pemerintahan memiliki sifat jujur (36,9 persen), antikorupsi (33,1 persen), dan visioner (14,2 persen).

“Temuan ini penting bahwa generasi Z itu tidak mau pemimpin yang suka berbohong. Nah, kalau sudah suka berbohong, pasti ujungnya itu bisa melakukan praktik korupsi. Jadi, IPS berharap para elite politik yang mendapat jabatan di pemerintahan Jokowi untuk jujur, tidak korupsi, dan membawa perubahan,” ujar Teguh.

Jajak pendapat ini dilakukan selama hampir dua minggu, mulai 11 November hingga 22 November 2019. Metode dari jajak pendapat menggunakan purposive random sampling, yakni metode pengambilan sampel dengan cara memilih sampel yang bisa mewakili populasi.

Setiap wilayah Jabodetabek mempunyai proporsi sampel yang seimbang. Jumlah responden dari jajak pendapat ini sebanyak 537 orang generasi Z yang berada di wilayah Jabodetabek. Semuanya adalah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta. (antara/jpnn)