Launching Tim Persib di Boikot

oleh -
Launching Tim Persib di Boikot
Puluhan jurnalis dari Forum Wartawan Persib (FWP) memboikot acara Launching tim Persib. (ist)

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Puluhan jurnalis dari Forum Wartawan Persib (FWP) memboikot acara Launching tim Persib untuk musim 2020 yang dilangsungkan di Harris Hotel, Jalan Peta, Bandung. Dalam aksinya itu, mereka mengembalikan tanda liputan kepada panitia.

Aksi boikot ini dilatarbelakangi ketatnya aturan dalam proses peliputan. Pihak Persib sendiri mengundang wartawan untuk menghadiri launching. Undangan disampaikan melalui surat elektronik pada Jumat (21/2).

Dalam suratnya, tidak disebutkan aturan soal peliputan. Tapi, pada Senin (24/2), perwakilan manajemen Persib memberi informasi melalui Whatsapp.

Wartawan televisi tidak diperbolehkan mengambil video di area launching. Tapi, wartawan media cetak, online, dan radio diperbolehkan masuk dan meliput.

Solusi untuk wartawan televisi dari pihak manajemen adalah diarahkan mengambil video launching melalui akun Youtube Persib. Hal itu membuat wartawan televisi keberatan karena masing-masing media memiliki kebutuhan visual masing-masing.

Tapi, karena diprotes, aturan tiba-tiba berubah. Selasa pagi, manajemen menginformasikan semua wartawan diperbolehkan meliput, termasuk wartawan televisi untuk mengambil gambar.

Setelah melalui pembahasan, FWP akhirnya menyepakati melakukan aksi boikot peliputan launching Persib. Sebab, tidak ada penjelasan detail soal alasan pelarangan liputan, termasuk berubahnya kembali aturan.

“Tindakan awal untuk boikot karena udah tidak ada kejelasan dari PT (PT PBB), dari awal kita dapet email undangan peliputan acara, tapi kemarin malam ada lagi info tidak boleh meliput,” kata Perwakilan Forum Wartawan Persib Endra Kusuma, kemarin.

Endra mengatakan, pihaknya sempat melakukan lobi dengan media officer Persib. Dan memang hasilnya diperbolehkan untuk meliput.

“Memang ada klarifikasi kita diperbolehkan untuk meliput. Tapi disini saya pertanyakan konsitensi keputusan dari PT PBB,” tegas Endra.

Ia menjelaskan, aksi boikot ini merupakan puncak dari kekesalan para rekan jurnalis sejak musim 2018 silam. “Dari tahun 2018 udah terjadi seperti itu (pembatasan peliputan),” katanya.

Menurutnya, apa yang dilakukan terhadap para rekan jurnalis tersebut mengekang kreativitas mereka. Mereka menunggu itikad baik dari manajemen Persib agar masalah tersebut segera selesai.

“Forum (Forum Wartawan Persib) kita tunggu dari PT (PT PBB), ada keinginan untuk menyelesaikan masalah ini, apalagi kompetisi mau dimulai. Kita harap ada kepastian, misal ada pembatasan peliputan itu alasannya apa,” ucapnya.

“Kita hanya ingin ada kejelasan dan kepastian. Karena ini sudah akut. Kejelasan gimana. Bukan hanya larang larang, tapi ada kejelasan (perjanjian hitam putih),” tutur Endra.

Bukan hanya pewarta yang dibatasi, para bobotoh yang ingin menyaksikan langsung peluncuran tim kesayangannya untuk berlaga musim 2020.

Salah satunya Ginanjar, bobotoh dari Cimahi. Dia merasa sebagai bobotoh mengaku kecewa dengan peluncuran tim kali ini.

“Launching itu mestinya memperkenalkan tim ke semua supporternya karena tim itu walaupun milik PT PBB tapi tidak bisa dilepaskan dari supporternya itu sendiri,” kata Ginanjar.

Menurutnya, suporter sendiri kalau dilihat lebih jauh sangat berperan penting untuk kelangsungan tim. Mulai dari pemasukan tiket.

“Semestinya launching itu buat bobotoh umumnya bukan hanya pihak-pihak tertentu,” harapnya.

(pra)