Kuliner Cimenyan Punya Potensi

oleh -
Kuliner Cimenyan Punya Potensi
MEMBELI : Kepala Dina Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Agus Firman Zaini membeli makanan tradisional di Cimenyan Festival Desa Mekarsaluyu Kecamatan Cimenyan, Minggu (30/12). (ipan sopian/radar bandung)

RADARBANDUNG.id, CIMENYAN – Kegiatan Cimenyan Festival kedepanya akan di jadikan salah satu destinasi baru berbasis budaya di kawasan Bandung Utara. Sejauh ini daerah Cimenyan kental dengan masyarakatnya yang masih tetap melestarikan kuliner khasnya. Sehingga, cukup berpotensi dalam pengembangan produksi olahan makanan lokal, khususnya di Kabupaten Bandung.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Agus Firman Zaini mengatakan, sejauh ini ciri khas kuliner yang menjadi icon makan tradisional sunda ada di daerah Cimenyan, masyarakatnya mampu mempertahankan hasil olahannya yakni peuyeum dan madu.

“Cimenyan Festival ini saya rasa termasuk dalam upaya meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Agus usai meresmikan Cimenyan Festival di Desa Mekarsaluyu Kecamatan Cimenyan, Minggu (30/12).

Nantinya lanjut dia, Cimenyan Festival menyuguhkan berbagai macam kesenian bertema bambu, salah satunya rampak karinding yang dimainkan bersama-sama oleh wisatawan dan juga beberapa makanan atau pun minuman yang saat ini sangat jarang di temui di pasaran.

“Pasar ini menyajikan konten yang jarang ada. Bagi yang suka foto-foto atau selfie tidak perlu khawatir, karena disini banyak spot yang sangat instagramable dengan tiga view yang menarik, seperti hutan bambu, spot sunrise dan citylight Bandung,” katanya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Kabupaten Bandung Yudi Haryanto, mengatakan, keberadaan Pasar Digital Puri Bambu Bojongkoneng sudah dilirik oleh Kemenpar untuk dipromosikan. Selain sebagai sektor devisa, pasar digital tersebut dapat menjadi tempat edukasi bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya sunda lebih dalam lagi.

“Pariwisata berbasis budaya ini juga memberi kesempatan kepada wisatawan untuk dapat belajar tentang sejarah, kebudayaan bahkan kesenian lokal. Dari sanalah mereka dapat memahami dan mendalami dinamika perkembangan budaya, kearifan lokal, hasil cipta, karya serta karsa,” jelasnya.

Dirinya juga mengimbau kepada Disparbud Kabupaten Bandung untuk terus meningkatkan penataan dan pemeliharaan objek wisata di Kabupaten Bandung baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

“Prinsip pengelolaan harus lebih profesional lagi khususnya pada kawasan wisata budaya, jangan lupa juga libatkan wisatawan dan masyarakat untuk turut melestarikan kebudayaan setempat,”pungkasnya (ipn)