Dispora Jabar Gembleng Ratusan Pembina Olahraga Tradisional

oleh -
Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Jabar, Dadang Ronda Abdulrakhman foto bersama saat Pelatihan Pembina/Pelatih Olahraga Tradisional se-Jawa Barat 2019, di Hotel Augusta, Jalan Raya Cipanas, Garut, Selasa (16/7/2019).

RADARBANDUNG.id, GARUT – Ratusan pembina/pelatih olahraga tradisional (Oltrad) se-Jawa Barat mengikuti Pelatihan Pembina/Pelatih Olahraga Tradisional se-Jawa Barat 2019, di Hotel Augusta, Jalan Raya Cipanas, Garut, Selasa (16/7/2019).

Dalam amanatnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat, Engkus Sutisna, mengatakan, dalam olahraga, sebelum jauh berbicara mengenai prestasi sesungguhnya ada hal lain yang terlebih dahulu perlu diperhatikan.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Jabar, Dadang Ronda Abdulrakhman, membacakan sambutan Kadispora Jabar Engkus Sutisna.

”Yaitu minat atau ketertarikan masyarakat untuk berpartisipasi, dalam olahraga itu sendiri atau dalam aktifitas fisik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dengan berpartisipasi dalam berolahraga atau aktifitas fisik masyarakat akan mendapatkan beberapa manfaat besar dalam kehidupannya seperti kesehatan, kebugaran, dan terhindar dari berbagai macam penyakit terutama penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi dan jantung,” ujar Kadispora Jabar, Engkus yang dibacakan Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Jabar, Dadang Ronda Abdulrakhman.

”Olahraga bukan saja penting untuk memelihara dan meningkatkan kebugaran jasmani kita, tetapi olahraga juga sangat efektif dalam upaya pembentukan karakter suatu bangsa (nation character building),” sambungnya.

Kadispora menambahkan, olahraga tradisional merupakan salah satu jenis olahraga, yang didalamnya tidak saja terdapat unsur aktifitas/olah fisik dan unsur permainan rakyat semata, tetapi didalam olahraga tradisional juga terdapat unsur seni budaya dan falsafah luhur warisan para leluhur kita yang harus dipelihara dan dilestarikan demi menjaga jati diri bangsa.

”Sebagaimana kita ketahui, derasnya arus budaya luar, turut mengikis pengetahuan generasi milenial akan akar budaya bangsa, termasuk olahraga tradisional.  oleh karena itu pelatihan bagi pembina / pelatih olahraga tradisional se-Jawa Barat ini bertujuan untuk menggali, mengembangkan, melestarikan dan memanfaatkan olahraga tradisional di kalangan pelajar serta kalangan lainnya sesuai dengan amanat undang-undang nomor 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional pasal 26 ayat 3,” tambahnya.

”Selanjutnya, pada kesempatan yang baik ini saya berharap dan merasa optimis sekali bahwasannya kegiatan ini mempunyai konstribusi yang signifikan terhadap upaya pemerintah provinsi jawa barat dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera melalui pembangunan di bidang keolahragaan,” ujar Kadispora.

Sementara itu, Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Jabar, Dadang Ronda Abdulrakhman, mengatakan, para peserta pelatihan ini adalah pelatih sekaligus agen pencetak para atlet olahraga rekreasi. ”Lebih dari pada itu sebagai ‘pelestari’ permainan olahraga peninggalan budaya leluhur kita,” ujar Dadang Ronda.

Dadang Ronda mengharapkan melalui olahraga rekreasi cabang Oltrad ini akan terus lestari tumbuh dan berkembang seiring zaman tidak tersingkir oleh permainan aplikasi ‘games’ di handphone anak-anak kita. ”Olahraga tradisional adalah ciri bahkan jatidiri budaya bangsa,” pungkas Dadang Ronda.

(azm/ymi/radarbandung.id)