Pendaftaran Tes Masif COVID-19 via Aplikasi PIKOBAR Resmi Dibuka

oleh -
Gubernur Jabar Ridwan Kamil resmi melaunching aplikasi Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (Pikobar) di Jabar Command Center, Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (20/3/20).

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Pendaftaran tes masif COVID-19 via aplikasi PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat) resmi dibuka, Kamis (26/3/2020).

Tes masif yang bertujuan memetakan persebaran dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 itu bersifat terbatas. Artinya, ada skala prioritas yang sudah ditetapkan dan syarat yang mesti dipenuhi pendaftar.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kami mengatakan, sebelum mendaftar, masyarakat umum harus melakukan periksa mandiri. Hal itu bertujuan agar masyarakat yang mengikuti tes masif benar-benar punya potensi besar terpapar COVID-19.

Baca Juga: MUI Terbitkan Fatwa Tenaga Medis Corona Boleh Salat dalam Kondisi Tak Suci

“Karena tidak untuk 50 juta penduduk, ini (tes masif) hanya untuk sekian persen, maka kita seleksi. Kalau masih ada antrean karena proses screening untuk meyakini bahwa yang mendaftar itu benar harus ikut tes,” kata Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (27/3/2020).

“Mohon bersabar kita sudah membuat sistem yang benar. Hanya masalah cepat lambat tentu disesuaikan dengan kondisi antrean yang sangat banyak dan sangat luar biasa,” imbuhnya.

Sampai Jumat (27/3) pukul 14:00 Wib, jumlah pendaftar tes masif melalui aplikasi PIKOBAR sudah mencapai 10 ribu.

Baca Juga: DPRD Usulkan Lockdown Diberlakukan di Jawa Barat

Akankah Ridwan Kamil Ambil Opsi Lockdown di Jabar Akibat Virus Corona? 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jabar Setiaji menyatakan, ketersediaan test kit atau alat tes COVID-19 yang terbatas menjadi salah satu faktor penyebab adanya skala prioritas.

“Kalau enggak ada gejala, enggak punya riwayat berpergian ke daerah terpapar COVID-19 dan kontak langsung dengan positif COVID-19, serta enggak pergi ke empat klaster penularan COVID-19 di Jabar, itu tidak diprioritaskan,” kata Setiaji di Kota Bandung.

Empat klaster yang dimaksud Setiaji yakni Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jabar di Kabupaten Karawang, Seminar Bisnis Syariah di Kabupaten Bogor, Seminar keagamaan di Kota Bogor, dan Seminar keagamaan di Kabupaten Bandung Barat.

“Dalam form pendaftaran, ditanyakan beberapa riwayat, apakah pernah masuk ke klaster yang empat klaster yang disebut Pak Gubernur atau tidak,” ucapnya.

Selain itu, kata Setiaji, pendaftaran tes masif via aplikasi PIKOBAR diprioritaskan untuk masyarakat yang masuk tiga kategori.