Nongkrong di Tempat Artistik Bernuansa Heritage Tahun 1930-an di Bandung, Coba ke Sini

oleh -
Nuansa heritage di Herbal House Herbs and Eatery (IST)

Nongkrong di Tempat Artistik Bernuansa Heritage Tahun 1930-an di Bandung, Coba ke Sini

RADARBANDUNG.id- MENGUSUNG konsep kekayaan rempah Indonesia, Herbal House Herbs and Eatery siap memanjakan lidah pengunjung dengan makanan yang lezat dan tentunya sehat.

Resmi beroperasi sejak pertengahan Juli, kafe ini sudah laris dikunjungi pelanggan karena konsepnya yang unik.

Bangunan mirip rumah ini berlokasi di Jalan Sumur Bandung. Sekilas dari luar, bangunan ini adalah rumah tua dengan halamannya yang luas dan ditanami pepohonan rindang.

Nuansa heritage bisa langsung terasa ketika pertama kali menginjakkan kaki di sini. Setelah melewati pintu masuk, pengunjung akan disambut dengan bagian etalase yang menjual ragam roti dan kue. Kemudian, di samping kirinya ada galeri mini milik designer lokal Deden Siswanto.

Di dalam galeri tersebut, pengunjung bisa berfoto dengan nuansa heritage tahun 1930-an. Dilengkapi dengan pakaian di tahun tersebut, pengunjung bisa berfoto seolah-olah sedang berada dalam kerajaan. Tidak berhenti sampai di situ, memasuki area utama pengunjung akan menemukan spot foto lainnya dengan latar foto ‘Wanodja Soenda’.

“Konsep Herbal House Herbs and Eatery adalah restoran yang menyajikan makanan herbal yang sehat dan alami. Didukung dengan dekorasi interior ala kolonial tahun 1930, terlihat dari mini galeri yang mana pengunjung bisa berfoto dengan konsep bajunya juga kolonial,” kata General Manager Herbal House Herbs and Eatery, Evin K. Effendi.

Dikelola The Lodge Group, Herbal House Cafe fokus pada ragam menu makanan yang diolah menggunakan herbal-herbalan. Ada lebih dari 18 varian makanan berat dan ringan yang lezat dan mengenyangkan. Di antaranya, Rotisserie Chicken, Braised Lamb Shank Herbal, Beef Burger ala Herbal House, Nasi Goreng Kecombrang, dan Nasi Herbal Special 7 Rempah.

Paling populer adalah Rotisserie Chicken yang terbuat dari potongan daging ayam yang dipanggang cukup lama. Untuk membuat sajian ini lebih lezat, sang juru masak menggunakan ragam herbal seperti rosemary dan daun basil.

Baca Juga: Liburan di Lembang, Jangan Lupa Mampir ke Taman Herbal Mulberry Hill

Daging ayam yang empuk berpadu dengan bumbu herbal yang mendominasi membuat sajian ini cocok disantap semua kalangan. Tidak lupa dicocol dengan saus khusus bercita rasa asam, pastinya buat yang makan ketagihan.

“Prosesnya cukup lama dimulai dengan marinasi ayam setelah dikasih ragam herbs. Marinasinya satu hari full kemudian di roasted dan grill selama 2 jam. Itu yang membuat bumbunya meresap dan dagingnya lembut,” jelasnya.

Baca Juga: Ada Kopi Unik di Kafe Yang Satu Ini 

Evin menerangkan, semula pihaknya hanya menjual apple tart yang diperuntukkan bagi donasi pekerja pariwisata saat pandemi Covid-19. Tidak disangka, antusias tinggi diterima dan banyak yang suka dengan cita rasa apple tart yang manis dan creamy.

Berangkat dari kesuksesan tersebut, The Lodge Group akhirnya serius mengembangkan Herbal House menjadi restoran bagi pelanggan yang mengincar makanan kaya herbal. Apalagi, pihaknya juga memiliki kebun herbal sendiri yang ditanam di kawasan Lembang.

Baca Juga: Di Kafe Ini Konsumen Bisa Belajar Meracik Kopinya

Tidak cuma makanan, di sini juga ada ragam minuman yang menyegarkan, sebut saja Green Juice, Orange Ginger, dan Kopi Herbal. Evin menambahkan, semua menu di sini diolah dengan cara yang sehat dan higienis.

Seluruh makanan dan minuman di sini dibandrol harga mulai Rp 20 ribu sampai Rp 150 ribu. Herbal House Herbs and Eatery buka setiap hari dari pukul 07.00 – 20.00 WIB.

(fid/radarbandung)