Uji Klinis Vaksin Covid-19 China di Unpad, Bio Farma Beberkan Ini

oleh -
Ilustrasi : Seorang peneliti dari Stermirna Therapeutics Co., Ltd. memperlihatkan eksperimen pengembangan vaksin mRNA yang menyasar virus corona. Foto: Xinhua/Ding Ting

Uji Klinis Vaksin Covid-19 China di Unpad, Bio Farma Beberkan Ini

RADARBANDUNG.id- Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mengumumkan kabar gembira, Indonesia melalui Bio Farma sebagai holding BUMN farmasi dan produsen vaksin akan melakukan uji klinis vaksin Covid-19 dari Sinovac China Agustus 2020.

Vaksin yang datang beberapa waktu lalu ini masih memerlukan beberapa tahapan lagi sebelum bisa dilakukan uji klinis Agustus 2020. Tahap yang masih harus dilewati antara lain pengujian di dalam Laboratorium Bio Farma dan beberapa perizinan lainnya.

Uji klinis vaksin Covid-19 itu, akan dilaksanakan di Pusat Uji Klinis Fakultas Kedokteran UNPAD, yang akan mengambil contoh sebanyak 1.620 subjek dengan rentang usia antara 18- 59 tahun, dengan kriteria- kriteria tertentu. Sedangkan sisa dari vaksin akan digunakan untuk uji lab di beberapa lab antara lain di Bio Farma dan Pusat Pengujian Obat Dan Makanan Nasional (PPOMN).

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, uji klinis tahap 3 vaksin Covid-19, dijadwalkan akan berjalan enam bulan, sehingga ditargetkan selesai Januari 2021.

Apabila uji klinis vaksin Covid-19 tahap 3 lancar, Bio Farma akan memproduksinya pada kuartal pertama 2021, dan Bio Farma sudah mempersiapkan fasilitas produksinya dengan kapasitas produksi maksimal di 250 juta dosis.

Tentu saja upaya uji klinis ini bisa dibilang sebagai tindakan atau aksi luar biasa (extraordinary) yang memang diharapkan oleh Presiden Joko Widodo untuk menghadapi masa krisis yang begitu genting seperti sekarang.

Proses mendatangkan vaksin Sinovac China bukanlah proses instan atau mendadak ada, melainkan bagian dari skenario yang telah direncanakan amat matang oleh Bio Farma ketika pandemi Covid-19 melanda Tanah Air dalam rangka menyelamatkan masyarakat Indonesia.

Direktur Pemasaran, Penelitian & Pengembangan Bio Farma Sri Harsi Teteki mengungkapkan terkait vaksin Covid-19, Bio Farma memang telah memiliki beberapa skenario yakni skenario jangka pendek atau cepat (quick win) dan skenario jangka panjang.

Untuk skenario jangka panjang, Bio Farma bersama dengan lembaga Eijkman yang ditunjuk oleh pemerintah dalam hal ini untuk mencari vaksin tersebut.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Akan Diuji Coba, Disuntikkan ke 1.620 Relawan Kota Bandung

Bio Farma menunggu hasil riset dari lembaga Eijkman yang diharapkan pada awal 2021 ditemukan bibit vaksin Covid-19 yang dapat diberikan kepada Bio Farma untuk kemudian menjalani uji klinis mulai dari tahap 1 hingga 3.

Kendati demikian, Sri Harsi Teteki menilai kemungkinan dengan skenario jangka panjang ini di mana Indonesia membuat vaksin dari nol maka diperkirakan vaksin Covid-19 buatan Indonesia baru selesai menjalani seluruh uji klinis dan hadir pada akhir tahun 2021.

Baca Juga: 4 Puskesmas di Bandung Jadi Target Tempat Uji Klinis Vaksin Covid-19, Warga hingga Pejabat Berbondong-bondong Daftar

Karena skenario jangka panjang ini ternyata diperkirakan membutuhkan waktu yang lama terkait produksi vaksin, maka Bio Farma berupaya mencari cara agar bagaimana pun juga vaksin Covid-19 harus segera hadir di Indonesia agar secepat mungkin menyelamatkan waktu masyarakat Indonesia.

Melalui skenario quick win, Bio Farma bekerjasama dengan lembaga dan perusahaan internasional untuk segera mendapatkan vaksin Covid-19. Bio Farma kemudian berupaya menjalin kerjasama dengan dua lembaga/perusahaan internasional yakni The Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) Norwegia dan perusahaan farmasi Sinovac asal Tiongkok.

Dan seperti diketahui bersama, Bio Farma kemudian berhasil mendatangkan vaksin Covid-19 dari Sinovac China yang kemudian akan menjalani uji klinis.

(jpc)