41 UMKM di Kota Bandung di-Endorse Pemkot

oleh -
UMKM di Indonesia Perlu Adaptasi Kebiasaan Baru Melalui Pasar Daring
AKTIVITAS: Seorang warga sedang membeli produk hasil UMKM di food festival di Bandung Indah Plaza. (foto: MOCH TAUFIK MAULANA/ JOB RADAR BANDUNG)

41 UMKM di Kota Bandung di-Endorse Pemkot

RADARBANDUNG.id, BANDUNG Pemkot Bandung berusaha mendorong perkembangan UMKM di Kota Bandung di tengah pendemi Covid-19.

Beberapa upaya yang dilakukan adalah membuka  recovery center di Jalan Mustang.

Di pusat recovery ini para para pelaku UMKM di Kota Bandung bisa menyampaikan keluhannya, mereka juga mendapatkan pelatihan skala kecil.

“Apalagi untuk pengusaha kriya sekarang hampir mati. Sehingga mereka beralih menjadi pengusaha kuliner atau pengusaha masker,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung Atet Dedi Handiman kepada wartawan Kamis (17/9).

Selain itu, sesuai arahan Menteri, pihaknya melibatkan UMKM dalam penyediaan barang dan jasa di lingkungan  pemerintah.

“Setelah melalui kurasi, akhirnya ada 41 UMKM di-endorse oleh Sekda. Sehingga sekarang, Mamin (makan minum) SKPD disedikan oleh UMKM,” katanya.

Selain itu, ada juga perajin masker, yang bekerjasama dengan pemerintah provinsi Jabar.

“Karena di Pemkot Bandung tidak ada anggaran untuk penyediaan masker. Maka yang mengakomodir pihak provinsi. Ada sekitar 61 perajin masker yang terfasilitasi,” terangnya.

Meski demikian, Atet mengakui pihaknya juga mendapat bagian masker tersebut. Namun, dibagikan lagi ke PKL.

Selain ke dua jenis UMKM di Kota Bandung ini, lanjut Atet, bisa juga pengusaha kerudung menyiapkan komoditasnya untuk ASN wanita.

Baca Juga: UMKM Harus Manfaatkan Program Pengadaan Barang dan Jasa atau Bergelut di Sektor Ekspor

Atau pengusaha bunga bisa juga menyuplai kebutuhan bunga di taman-taman.

Menurut Atet, pihaknya sekarang sedang mengumpulkan data pelaku UMKM di Kota Bandung yang bisa difasilitasi untuk bekerjasama dengan Pemkot.

Baca Juga: 1 Juta Pelaku UMKM Jabar Dapat Banpres Rp2,4 Juta

“Nanti kami akan pilih pelaku UMKM yang sudah senior lalu kami tunjuk sebagai koordinator. Kalau nantinya anggaran dari Pemkot terbatas, maka akan dilakukan penggiliran,” tuturnya.

Sayangnya, untuk permodalan, Atet mengatakan belum bisa memberikannya. Dikatakan Atet untuk permodalan pihaknya berkoordinasi dengan Koperasi karena koperasi tidak membutuhkan jaminan.

(mur)